TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Latihan Membuat Prajurit Menjadi Hebat dan Profesional

By 11 May 2017 17:42Berita Satuan
3

TNI AD – Banyu Biru. Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman didampingi Danrem 073/MKT, para Asisten Kasdam IV/Diponegoro dan Kepala Badan Pelaksana serta Ibu Ketua dan Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PD IV/Diponegoro mengunjungi Markas Yon Zipur-4/Tanpa Kawandya Banyubiru, Rabu (10/5/2017).

Kedatangan Pangdam IV/Diponegoro beserta rombongan di Mako Yon Zipur-4/TK diterima langsung oleh Wadanyon Zipur 4/TK Kpt Czi Chandra Ferry Sitanggang yang ditandai dengan pengalungan bunga oleh Ananda Ardan putra dari Praka Sigit dan Ananda Laura Andak dari Kopda Iman S., kepada Mayjen TNI Tatang Sulaiman dan pemberian bunga tangan (buket) kepada Ny. Dewi Tatang Sulaiman.

Kunjungan ini merupakan salah satu perwujudan pembinaan satuan yang dilakukan oleh Pangdam sebagai pimpinan tertinggi di Kodam IV/Diponegoro terhadap satuan-satuan bawahannya.

Selain itu melalui tatap muka langsung antara pemimpin dan yang dipimpin maka akan tercipta kedekatan antara Komandan dan anak buahnya.

Dalam pengarahannya, Mayjen TNI Tatang Sulaiman menyampaikan bahwa Prajurit dilatih, dipersiapkan dan diorganisir untuk melaksanakan tugas-tugas yang sulit dan diluar batas normal. Oleh karena itu, perlu dipersiapkan, dilatih dan diorganisir dengan baik.

Sekarang Yon Zipur dalam status penugasan TNI Terpadu di Natuna, yang setiap saat diperlukan tenaga dan pengabdiannya untuk membantu pembangunan sarana dan prasarana di lokasi-lokasi yang sulit terjangkau. Prajurit Zipur sangat diperlukan keahlian dan tenaganya dalam upaya mendukung program pembangunan pemerintah.

Disisi lain dijelaskan, bahwa Prajurit Zipur harus terus mengasah dan meningkatkan keahliannya dengan berlatih, baik secara perorangan maupun kelompok/satuan.

“Jadikanlah latihan itu sebagai hobby karena hanya latihan yang bisa membuat prajurit menjadi hebat dan profesional,” tegas Pangdam.

Pada kesempatan ini juga diingatkan kepada prajurit untuk selalu mentaati hukum dan hindari pelanggaran, prajurit harus mampu memelihara jiwa, raga, mental dan hatinya agar tidak melakukan pelanggaran.

Prajurit harus memiliki hati untuk mengontrol pikiran dan hawa nafsu, agar pelanggaran asusila tidak terjadi di Batalyon.

Tak hanya itu, Mayjen TNI Tatang Sulaiman menekankan kepada seluruh Komandan agar dalam kesehariaannya prajurit harus selalu bertanding/berkompetisi. Karena perang sejatinya adalah kompetisi, maka prajurit harus terbiasa berkompetisi dan berlomba setiap hari guna meningkatkan prestasi prajurit.

Pengarahan kali ini diikuti 157 orang prajurit. Usai memberikan pengarahan, Pangdam IV/Diponegoro meninjau alat berat Yonzipur 4/TK.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Latihan Membuat Prajurit Menjadi Hebat dan Profesional