TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Melihat prestasi TNI AD dari rekor MURI

By 20 Jun 2017 13:21Dinas Penerangan
muri

TNI AD – Walaupun tugas pokoknya adalah menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI dari ancaman musuh, namun para prajurit TNI AD secara individu maupun satuan tetap mampu menorehkan prestasi membanggakan disegala bidang. Hal ini dapat dilihat dari catatan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) yang telah memberikan sejumlah penghargaan kepada para prajurit dan satuan TNI AD yang diantaranya terkait dengan prestasi dan pengakuan tingkat internasional berikut ini:

1. 10 Kali Juara di ASAAM, Tim TNI AD Dapat Rekor Muri

Di ajang Australian Army of Skill Arms at Meeting (ASAAM) 2017 yang diselenggarakan Angkatan Darat Australia, kontingan TNI AD kembali mempertahankan predikat sebagai juara umum. Bertarung dengan sejumlah peserta dari negara-negara lain. Negara-negara tersebut yaitu Australia, Jepang, Uni Emirat Arab, Anzac, Philipina, US Army, Inggris, Canada, Malaysia, Thailand, US Marines, Korea, Singapura, New Zealand, Kamboja, Timor Leste, Tonga, PNG dan Perancis, Kontingen TNI AD memboyong 28 medali emas, enam perak, dan lima perunggu dari total 68 medali emas yang dilombakan.

Dengan kembali menorehkan prestasi menjadi Juara Umum pada tahun 2017 ini, tim TNI AD mencatatkan diri sebagai juara umum untuk ke-10 kalinya secara berturut-turut sejak 2008. Berkat capaian tersebut Tim Petembak ASAAM TNI AD mendapat ganjaran penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

2. Dokter Tentara Ikon RSPAD Ini Raih Dua Rekor MURI Sekaligus

Kiprah dan dedikasi Mayjen TNI Dr. dr Terawan Agus Putranto bagi dunia medis Tanah Air tak bisa dianggap sepele. Sejak 2004, dokter spesialis radiologi intervensi ini telah menyembuhkan ribuan penderita stroke, ringan ataupun berat melalui teknik ‘cuci otak’ (brain wash) atau dalam bahasa medis ‘digital substraction angiography (DSA)’ yang dikembangkannya.

Atas pencapaiannya tersebut, Doktor Terawan mendapat apresiasi dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Tak tanggung-tanggung, dua rekor MURI sekaligus diraih dokter ahli syaraf tersebut, yakni sebagai penemu terapi cuci otak dan menerapkan program DSA terbanyak, yakni 30 ribu pasien.

“Kami dari ahli intervensi radiologi yang kami kerjakan yang saat ini mendunia mengenai check up otak. Hampir seluruh dunia datang ke kita,” tutur Terawan di sela acara penganugerahan rekor MURI tingkat internasional di Balairung Jaya Suprana School of Performing Arts, Mall of Indonesia Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (17/6) malam.

Bahkan, tambah dia, teknik tersebut bisa diterapkan untuk penanganan autisme.

“Beberapa hari ini kita akan kedatangan pasien autis dari Vietnam tiga orang,” ujar Kepala Rumah Sakit Kepresidenan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat itu

(Dispenad)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Melihat prestasi TNI AD dari rekor MURI