TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Panglima TNI : TNI Dalam Tugas Sehari-Hari Tidak Lepas Dengan Pers

By 14 Jun 2017 15:15Berita Satuan
5__1_

TNI AD – Jakarta. TNI menyadari dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dalam kondisi kekinian tidak lepas dengan Pers, namun saat ini kita sulit membedakan antara produk jurnalistik yang diverifikasi dengan opini.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara buka puasa bersama dengan Insan Pers, bertempat di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (12/6/2017).

Panglima TNI mengatakan bahwa Media Sosial sangat berperan dalam penyebaran informasi, namun relatif tidak didukung data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan bahkan cenderung mencemaskan, tetapi media mainstream masih menjadi rujukan karena memberikan informasi berdasarkan data yang tepat dan aktual serta bisa dipertanggungjawabkan.

Panglima TNI meminta media berperan dalam mengingatkan seluruh masyarakat apabila ada indikasi orang yang tidak dikenal agar melaporkan ke TNI dan Polisi serta aparatur pemerintah lainnya. ”Saya yakin rekan-rekan media semua sama-sama berjuang untuk memberikan pengabdian yang terbaik hanya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sama-sama kita cintai supaya kita dapat menyaksikan Indonesia menjadi bangsa pemenang yang akan diwariskan pada anak cucu nanti,” ungkapnya.

5__2_

????????????????????????????????????

Terkait perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, Panglima TNI menegaskan, situasi politik mulai meningkat lagi karena persiapan Pilkada serentak pada tahun 2018 yang kemudian dilanjutkan dengan persiapan Pilpres tahun 2019. “Hal ini yang perlu disikapi dengan arif dan bijak, media massa diharapkan dapat mendinginkan suasana melalui pemberitaan yang obyektif dan independen,” ucapnya.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menyampaikan, kejadian di Marawi sudah diprediksinya enam bulan yang lalu dan sudah disampaikan saat ceramah ke kampus-kampus di wilayah Indonesia. “Berdasarkan data-data intelijen terungkap bahwa Bahrun Naim membentuk Islamic State Asia Tenggara di Filipina Selatan bersamaan dengan peristiwa penculikan-penculikan termasuk WNI, karena ISIS di Suriah dan Irak sudah tidak aman dan terdesak,” tegasnya.

Panglima TNI mengungkapkan, hampir seluruh wilayah Indonesia sudah disusupi oleh teroris. Setelah diadakan pengawasan hampir semua Provinsi di Indonesia, kecuali Papua ada sel-sel ISIS tapi masih tidur. “Hal ini yang harus kita waspadai karena begitu sel-sel yang tidur dibangunkan maka akan ada berbagai macam spot konflik di Indonesia yang beraliansi Islamic State, maka sudah pasti tangan-tangan negara luar akan masuk ke Indonesia,” tuturnya.

Menjawab pertanyaan awak media tentang Undang-Undang Teroris, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa Undang-Undang Teroris di Indonesia adalah Undang-Undang Pidana yang dibuat berdasarkan tekanan dari Internasional karena peristiwa bom Bali yang lalu, agar dapat segera diungkap. ”Sebelum adanya undang-undang, ada 3 bom meledak, setelah adanya undang-undang ada 40 bom yang meledak, TNI hanya minta kalau teroris itu adalah kejahatan terhadap negara,” tegasnya.

“Mengantisipasi penyusupan teroris dari Marawi lewat laut, maka Indonesia, Filipina, Malaysia sepakat mengadakan kerja sama patroli maritim. Ketiga negara tersebut yang diwakili masing-masing Menteri Pertahanaan akan berkumpul di Tarakan pada tanggal 19 Juni 2017 untuk launching Trilateral Maritime Patrol (TMP) Indomalphi,” ucap Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Sementara itu, penceramah acara buka puasa H. Nurjaman Mochtar menyampaikan, salah satu indikator keberhasilan berpuasa adalah masing-masing dapat menahan amarah, tidak saling mengumbar kebencian di media sosial. “Dengan menahan amarah, saya kira puasa kita berhasil. Mari kita gerakan bangsa ini dengan ruh puasa. Kalau orang lain marah tidak usah dilayani bila kita ingin sukses puasa,” pesannya. (Puspen TNI)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Panglima TNI : TNI Dalam Tugas Sehari-Hari Tidak Lepas Dengan Pers