TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Perbedaan Bukan Halangan Untuk Bersatu, Jangan Mudah Terprovokasi Isu Papua

By 11 Aug 2017 14:40Berita Satuan
19

TNI AD – Keragaman dan kebhinnekaan adalah rakhmat yang patut kita syukuri dan lestarikan. Perbedaan bukan halangan untuk bisa bersatu, tapi dengan perbedaan kita dapat saling mengenal dan saling memahami satu sama lain. Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Hal itu harus dapat dijadikan landasan dalam hidup berbangsa dan bernegara. Apabila hal itu dilakukan pasti kita dapat hidup secara berdampingan dengan aman dan nyaman.

Begitu pula yang terjadi pada masyarakat Papua yang tinggal di Jawa khususnya Jawa Tengah, baik sebagai pekerja maupun sedang menempuh pendidikan. Semua masyarakat Papua yang berada dimanapun agar menjaga stabilitas dan berinteraksi bersama-sama dengan penduduk sekitar. Hal tersebut diungkapkan Bapak Pitter salah satu tokoh Papua saat audiensi dengan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman yang berlangsung di ruang kerja Panglima (8/8/2017).

Lebih lanjut disampaikan, menyikapi terjadinya orasi yang disampaikan dari masyarakat Papua yang sedang belajar di Jawa, diharapkan masyarakat tidak mudah terpancing dan terprovokasi dengan orasi tersebut. Bapak Pitter mengungkapkan harapannya kepada Pangdam IV, agar TNI, Polri, Pemda, Rakyat Papua yang ada di Jateng untuk berkumpul bersama berdiskusi untuk masalah terkait Papua.

Pada kesempatan ini, Pangdam IV/Diponegoro mengatakan akan membuat suatu kajian terkait masyarakat Papua. “Kami akan membuat sutu kajian tentang para aktivis Papua untuk dapat duduk bersama dan bicara secara objektif tidak terkontaminasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab”, ungkap Mayjen TNI Tatang Sulaiman. “Dan selama ini pun, tanah Papua telah menjadi perhatian dari Presiden untuk selalu memajukan dengan membangun sarana dan prasarana untuk menunjang kehidupan masyarakat,” tegas Pangdam

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Perbedaan Bukan Halangan Untuk Bersatu, Jangan Mudah Terprovokasi Isu Papua