TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Peringatan HJK, Kenang Jasa Pahlawan Yang Lahir Dan Besarkan TNI AD

By 16 Dec 2017 21:58Kodam II/Sriwijaya
6a__2_

TNI AD – Kodam II/Sriwijaya menggelar Upacara Peringatan Hari Juang Kartika (HJK) Ke-72 tahun 2017 yang dipusatkan di Lapangan Stadion Garuda Sriwijaya (SGS) Jasdam II/Swj Km. 9 Palembang, Jum’at (15/12/2017).

Upacara Hari Juang Kartika (HJK) tahun ini.diikuti ribuan peserta upacara yang terbagi dalam empat Batalyon upacara, yang terdiri dari satu Batalyon gabungan tanpa senjata terdiri Barisan Pamen, Pama, Kowad, Bintara dan Tamtama. Satu Batayon upacara gabungan yang merupakan batalyon bersenjata, terdiri dari barisan Pomdam II/Swj, Gultor Yonif Raider 200/BN, barisan Yonif Raider 200/BN, barisan Yonarmed 15/105 Tarik, Yonzipur 2/SG, Yonarhanud 12/SBP, Yonzikon 12/KJ.

Selanjutnya satu batalyon gabungan bersenjata terdiri dari barisan Yonkav 5/DPC, Brimob Polda Sumsel dan Dalmas Polda Sumsel, ditambah barisan tanpa senjata terdiri dari, barisan Satpol PP Provinsi Sumsel, Damkar Provinsi Sumsel, PNS Putra dan PNS Putri Garnizun Palembang. Dan satu Batalyon gabungan, Akper Kesdam II/Swj, FKPPI, PPM dan barisan Pelajar.

6a__1_
Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Mulyono, dalam amanat tertulis yang dibacakan Pangdam II/Swj Mayjen TNI A.M. Putranto, S. Sos., saat memimpin upacara Peringatan Hari Juang Kartika, mengajak seluruh prajurit, PNS dan Keluarga Besar TNI AD untuk menundukkan kepala sejenak, mengenang jasa para pahlawan dan pendahulu yang telah melahirkan serta membesarkan TNI Angkatan Darat, seraya berdoa semoga amal bakti dan perjuangannya diterima dan dicatat sebagai amal ibadah oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Penghormatan dan penghargaan yang tinggi juga disampaikan kepada para sesepuh dan senior yang telah memberikan dharma baktinya demi kejayaan TNI, bangsa dan negara hingga saat ini.

Kasad juga mengisahkan bahwa, tepat 72 tahun yang lalu, para pendahulu telah menorehkan catatan yang sangat penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, yaitu peristiwa yang dikenal sebagai Palagan Ambarawa. Meski dengan senjata dan perlengkapan yang sangat sederhana, kesatuan-kesatuan Tentara Keamanan Rakyat (TKR), yang merupakan cikal bakal TNI, bersama rakyat berhasil memenangkan pertempuran secara gemilang dengan memukul mundur tentara Sekutu yang memiliki persenjataan dan kemampuan taktik serta strategi perang yang jauh lebih modern di masa itu. “Palagan Ambarawa adalah simbol kemanunggalan TNI AD dan rakyat Indonesia”, tandasnya.

Disampaikan juga bahwa, hubungan antara TNI AD dan rakyat bukanlah sebatas hubungan profesionalitas belaka, namun lebih dari itu, TNI AD memiliki hubungan biologis dengan rakyat Indonesia karena dilahirkan dari rakyat sehingga senantiasa membela dan memperjuangkan kepentingan rakyat, sebaliknya rakyat adalah pendukung dan penguat perjuangan TNI AD dalam setiap tugas yang diemban. Kondisi ini tersirat dalam tema yang ditetapkan pada Hari Juang Kartika tahun 2017 yaitu “Manunggal Dengan Rakyat, TNI AD Kuat”.

Menurut Kasad, terkait peningkatan daya saing nasional khususnya generasi muda dan peningkatan kualitas pembangunan manusia, sebagai bagian dari komponen Bangsa, TNI AD berkomitmen untuk bersama-sama mendukung program pemerintah, yaitu dengan melibatkan Rumah Sakit TNI AD dalam program Indonesia Sehat, Tentara Mengajar untuk mewujudkan Indonesia Pintar dan merekrut putra-putri daerah yang potensial termasuk yang berasal dari wilayah Terpencil dan Terluar serta Perbatasan untuk menjadi prajurit TNI AD yang selaras dengan program 11 Indonesia Kerja guna membantu terwujudnya Indonesia Sejahtera.

Dalam amanatnya Kasad juga menyinggung tentang karakter asli Bangsa Indonesia yang bercirikan Pancasila sedang menghadapi tantangan yang besar, diantaranya gaya hidup hedonisme, konsumerisme dan individualisme. Penyalahgunaan Narkoba, pornografi dan seks bebas telah menjadi fenomena yang sangat mengkhawatirkan.

Oleh karenanya, pada kesempatan ini, TNI AD mengajak seluruh komponen Bangsa, untuk bersama-sama menggali kembali nilai-nilai luhur budaya Bangsa yang selama ini menjadi kekuatan bagi Bangsa Indonesia. “Nilai-nilai ini secara pribadi saya sebut sebagai Kekebalan atau Imunitas Bangsa, yaitu suatu kekebalan yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia dalam mempertahankan keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelas Kasad

6a__5_

“Hal ini penting dilakukan, karena nilai-nilai luhur itu, tidak akan lekang termakan oleh waktu atau selalu relevan untuk menghadapi setiap perubahan situasi apapun, guna mengawal tetap kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Adapun nilai-nilai luhur tersebut diantaranya adalah sikap menghargai perbedaan, semangat untuk bersatu, pantang menyerah dan rela berkorban, patriotisme dan percaya diri, kebersamaan dan gotong royong,” lanjut Kasad.

Selain diisi dengan atraksi Bela Diri Militer (BDM) Yong Moo Do yang dilakukan para prajurit Kodam II/Swj, peringatan hari lahir TNI AD ini juga diselingi dengan pagelaran sosio drama kolosal yang berjudul “Api Juang Dari Ambarawa”,.yang disutradarai oleh Kamsul Arifuddin Yasaman.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam II/Swj Mayjen TNI A.M. Putranto, S. Sos., didampingi Ketua Persit KCK PD II/Swj Nyonya Annies Putranto, menyerahkan bingkisan berupa sembako secara simbolis kepada para Warakawuri, Veteran dan Anak-anak Panti Asuhan.

Hadir pada kesempatan tersebut Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnaen, Kasdam II/Swj Brigjen TNI Dr. Marga Taufiq, S.H., M.H., Danrem 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, para pejabat Teras Kodam, Para Kabalakdam II/Swj, Para Dansat jajaran Kodam II/Swj, Unsur FKPD Provonsi Sumsel, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat Sumsel, Organisasi Massa, awak media dan sejumlah tamu undangan lainnya.

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Dinas Penerangan Korps Pegawai Republik Indonesia KORPRI TNI AD Kodam IV/Diponegoro Kodam VI/Mulawarman Puspen TNI
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Peringatan HJK, Kenang Jasa Pahlawan Yang Lahir Dan Besarkan TNI AD