TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

TNI AD Memiliki Hubungan Biologis Dengan Rakyat

By 16 Dec 2017 22:14Kodam IX/Udayana
9a__1_

TNI AD – Bali. Sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 163 Tahun 1999 dan Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/662/XII/1999, Tanggal 15 Desember ditetapkan sebagai “Hari Juang Kartika”, yaitu hari jadinya Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.

Dalam peringatan hari Juang Kartika (HJK) tahun 2017 ini, Kodam IX/Udayana menggelar Upacara di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Jumat (15/12/2017).

9a__2_

Upacara tersebut dipimpin Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, S.I.P., M.Sc, diikuti oleh seluruh Prajurit jajaran Kodam Udayana diantaranya Pomdam IX/Udayana, Yonif Raider 900/SBW, Yonif Mekanis 741/GN, Yon Zipur 18/YKR dan Kikavserdam serta Aparat Sipil Negara jajaran Garnizun Denpasar. Selain itu diikuti juga oleh satuan Brimob Polda Bali, Pol PP, Pecalang, Akper dan anak-anak Pramuka.

Pada kesempatan tersebut Pangdam IX/Udayana membacakan Amanat Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono, mengajak seluruh prajurit, ASN dan Keluarga Besar TNI AD untuk menundukkan kepala sejenak, mengenang jasa para pahlawan dan pendahulu yang telah melahirkan serta membesarkan TNI Angkatan Darat, seraya berdoa semoga amal bakti dan perjuangannya diterima dan dicatat sebagai amal ibadah oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam amanatnya dikatakan bahwa hari ini, tepat 72 tahun yang lalu, para pendahulu telah menorehkan catatan yang sangat penting dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, yaitu peristiwa yang dikenal sebagai Palagan Ambarawa, meski dengan senjata dan perlengkapan yang sangat sederhana, kesatuan-kesatuan Tentara Keamanan Rakyat (TKR), yang merupakan cikal bakal TNI, bersama rakyat berhasil memenangkan pertempuran secara gemilang dengan memukul mundur tentara Sekutu yang memiliki persenjataan dan kemampuan taktik serta strategi perang yang jauh lebih modern di masa itu.

9a__3_

Keberhasilan tersebut, tidak hanya meningkatkan moril perjuangan di wilayah Indonesia lainnya, tetapi juga memberikan dampak politis secara Internasional dan dampak psikologis kepada Sekutu, karena ternyata TNI dan rakyat Indonesia mampu menunjukkan semangat pantang menyerah dalam mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diraih. “Palagan Ambarawa adalah simbol kemanunggalan TNI AD dan rakyat Indonesia,” ucap Pangdam.

Selanjutnya disampaikan, hubungan antara TNI AD dan rakyat bukanlah sebatas hubungan profesionalitas belaka, namun lebih dari itu, TNI AD memiliki hubungan biologis dengan rakyat Indonesia karena dilahirkan dari rakyat sehingga senantiasa membela dan memperjuangkan kepentingan rakyat, sebaliknya rakyat adalah pendukung dan penguat perjuangan TNI AD dalam setiap tugas yang diemban. Kondisi ini tersirat dalam tema yang ditetapkan pada Hari Juang Kartika tahun 2017 yaitu Manunggal Dengan Rakyat, TNI AD Kuat.

Dijelaskan Pangdam bahwa, TNI AD juga telah berkomitmen untuk membantu tugas-tugas pemerintah serta meringankan kesulitan rakyat, yang dilaksanakan melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP). “Sebagai salah satu wujud komitmen tersebut, pada tahun 2015, TNI AD telah membantu Kementerian Pertanian dalam melaksanakan Program Ketahanan Pangan,” tandas Pangdam Brawijaya.

Pangdam juga mengingatkan bahwa saat ini karakter asli Bangsa Indonesia yang bercirikan Pancasila sedang menghadapi tantangan yang besar, diantaranya gaya hidup hedonisme, individeualisme, Narkoba, pornografi. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu menggali kembali nilai-nilai luhur budaya Bangsa sebagai kekebalan atau imunitas Bangsa dalam mempertahankan keutuhan dan kedaulatan NKRI.

Usai upacara ditampilkan demontrasi Kolone Senapan ibu-ibu Persit KCK dengan materi gerakan ditempat seperti periksa kerapian, penghormatan, kosongkan senjata, periksa laras dilanjutkan gerakan berjalan, putar sejata serta depan senjata.

Bukan hanya itu, demontrasi Yong Moodo, Karate dan Pencak Silat juga dipertunjukkan oleh para petarung pilihan prajurit yang berprestasi dengan materi Yonghoobob (pernapasan), Son Chagi (dasar pukulan), Bhal chagi (tendangan empat penjuru), Nakbob(teknik jatuhan), Yongmuhyo (rangkaian teknik gerakan), Meoli Nakbob (teknik jatuh jarak jauh), Son Gyeisul (teknik kuncian terhadap lawan), Honsinsul (aplikasi perkelahian), Geok Papower (pemecahan tingkat tinggi).

Hadir pada kesempatan tersebut para pejabat teras Kodam IX/Udayana, Gubernur Bali, Waka Polda Bali, FKPD Provinsi Bali, Tokoh Agama, Masyarakat, Adat, pimpinan media dan sejumlah undangan lainnya. (Pendam IX/Udy).

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

TNI AD Memiliki Hubungan Biologis Dengan Rakyat