TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Dinas Ketahanan Pangan Sulsel: Karena TNI, Sulsel Pioner Pertanian

By 17 Mar 2018 07:47Berita Satuan
kapendam_20180315_234059

Kepala UPT BBPT Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Faizal Wahab, mengatakan pelibatan TNI dalam pertanian dilakukan setelah Wapres Jusuf Kalla panen raya di Pangkep tahun 2008.

“Waktu itu produksi pangan Sulsel hanya 1,2 juta ton per tahun. Pak Gubernur (SYL) menargetkan 1,5 juta ton untuk 2009. Target gubernur ini ditantang oleh JK untuk menaikkan menjadi 2 juta ton per tahun,” jelas Faizal.

Untuk memenuhi target wapres itulah, gubernur menggalang kerjasama dengan TNI. Kerjasama ini terbukti sukses.

“Sekarang Sulsel sudah mampu produksi 3,6 juta ton per tahun. Sulsel menjadi pioner kerjasama TNI bidang pertanian dan dicontoh seluruh Kodam se-Indonesia.

Kerjasama TNI AD dengan Kementan dalam bidang pertanian (Upsus), membawa Sulsel mencapai hasil yang sangat signifikan, mulai dari etos kerja dan kedisiplinan petani dalam penerapan teknologi, luas tanam maupun hasil produksi.

Keterlibatan TNI, termasuk Kodim Maros, dalam Upsus ini yaitu pendampingan mulai dari tanam hingga panen dan dijual oleh petani.

Dandim Maros, Letkol Mardi AF, dalam Sergap (Serap Gabah) semata-mata untuk membantu memfasilitasi penjualan produksi gabah petani ke Bulog, yang sebelumnya dikuasai oleh para tengkulak.

Dilain sisi, Bulog kekurangan tenaga, sehingga meminta bantuan TNI di daerah untuk membantu penyerapan gabah dari petani.

Kepala desa tidak memimpin aksi demo ke Kodim Maros, sebaliknya kedatangannya memenuhi undangan Dandim Maros untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi petani dalam hal penjualan gabah yang kurang tersalur.

Para petani wilayah Bantimurung Maros sangat berterimakasih atas peran Dandim Maros serta para Babinsa selama ini yang selalu membantu petani menyelesaikan masalahnya.

Gudang Bulog yang berkapasitas 4500 ton hanya terisi 50 ton, sehingga Kodim Maros membantu Bulog untuk mengarahkan petani menjual ke Bulog.

Pihak Kodim Maros tidak melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap pengusaha/pembeli gabah dengan cara memaksa menjual ke mitra usaha Bulog. Hal ini disampaikan sendiri oleh kelompok petani.(sumber : http://makassar.tribunnews.com)

 

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Puspen TNI Dinas Penerangan Kodam XVI/Patimura Kodam XIV Hassanudin Artikel
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Dinas Ketahanan Pangan Sulsel: Karena TNI, Sulsel Pioner Pertanian