TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Kodim Jombang Bentuk Demplot Pertanian

By 22 Apr 2018 13:58Kodam V/Brawijaya
4a__6_

TNI AD – Jombang. Demplot (Demontration Plot) pertanian Kodim 0814/Jombang tahun 2018 dibuat di lahan pertanian milik Suntoro, Ketua Poktan Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Rabu (18/4/2018).

Demplot mengambil tema “ Melalui Pembinaan Ketahanan Pangan Prajurit TNI AD Siap Mendukung Pemerintah Daerah Mewujudkan Ketahanan Pangan Sebagai Pilar Perekonomian Bangsa Dengan Memanfaatkan Sumber Daya Alam yang Ada di Wilayah”.

Kegiatan ini dihadiri Dandim 0814/Jombang Letkol Arm Beni Sutrisno S. Sos, Camat, Danramil Kesamben, jajaran Babinsa, Babinkamtibmas, PPL serta Kelompok Tani (Poktan) Desa Jombok Kecamatan Kesamben.

Dandim 0814/Jombang, Letkol Arm Beni Sutrisno S. Sos mengatakan, mekanisme program Kodim dengan Kementerian Pertanian setiap tahun untuk menanam padi memakai alat-alat pertanian dengan cara memberi contoh pada petani agar petani menanam padi memakai alat tanam transplanter,” kata Beni.

Selain itu Letkol Beni Sutrisno juga mengatakan bahwa Kodim mendapatkan dana modal dari pemerintah pusat yang digunakan untuk menyewa sawah seluas 1 hektar pada satu musim tanam.

Dana tersebut digunakan antara lain untuk tanam padi, membeli bibit padi dan juga digunakan untuk pembiayaan pengerjaan perawatan sampai panen.

“Hasil panen padi yang ditanam oleh TNI AD dibantu PPL dan Poktan tujuannya akan dijadikan beras. Beras tersebut nantinya akan disimpan di Bulog untuk cadangan pangan. Karena untuk membantu Pemerintah Daerah kalau ada bencana,” ujar Letkol Arm Beni Sutrisno

Di lokasi yang sama Ketua Kelompok Tani (Poktan) Desa Jombok Suntoro mengatakan, menanam padi yang menggunakan mesin tanam transplanter seluas 1 hektar. Salah satu jenis padi yang ditanam varietas padi ciherang.

Salah satu cara pembenihan tidak harus di sawah, karena varietas padi pindah benih berumur hanya 18 hari. Sedangkan kebutuhan benih 57kg/ ha. Dari ukuran kebutuhan benih 8 kg/ botol, 100 dikalikan tujuh total 57 kg/ ha,” kata Suntoro.

Sementara itu menurut Suntoro, umur tanaman padi sekitar 116 hari sampai 125 hari, sudah dalam bentuk gabah panjang dan ramping dengan tinggi tanaman padi 107 cm sampai 115 centimeter, sehingga warnanya menjadi kuning bersih.

Masa produktif anakan padi mencapai 14 sampai 17 batang dan bisa dipastikan tahan terhadap wereng coklat biotipe 2 dan 3 serta tahan terhadap bakteri hama daun strain III dan IV.

Dari mekanisme tersebut hasil panen bisa dipastikan mencapai 5 ton sampai 8,5 ton/ Ha,” pungkasnya. (Penrem 082/CPYJ).

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Kodim Jombang Bentuk Demplot Pertanian