TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Apa itu Rematik: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Cara Mengobati

By 09 May 2018 08:56Jurnalis Tunanetra
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Informasi tentang penyakit rematik.

Definisi dan Gambaran Umum

Rematik adalah gangguan peradangan menahun (kronis) dimana lapisan sendi yang terpengaruh, membuat pasien berisiko mengalami perubahan bentuk (deformitas) sendi dan erosi tulang.

Penyakit autoimun ini, biasanya ditandai dengan periode aktif (flare) dan tidak aktif (remisi), mempengaruhi sebagian besar perempuan, perokok, dan orang-orang dengan keturunan penyakit ini. Rematik sering juga disebut Rheumatoid Arthritis.

Rematik juga dapat menyebabkan peradangan dan menyerang bagian tubuh lainnya,  dengan demikian, penyakit ini disebut sebagai penyakit sistemik.

Sebagai bentuk peradangan sendi, radang rematik dianggap sebagai penyakit autoimun, yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh mulai menyerang jaringan sehat.

Saat serangan ini dipicu, sel-sel kekebalan tubuh berpindah menuju sendi, menyerang tulang rawan dan melepaskan zat-zat peradangan dan mempengaruhi jaringan yang melapisi sendi, menyebabkan perluasan jaringan dan berpotensi merusak tulang.

Tulang rawan yang terserang menyebabkan keausan pada tulang rawan dan tulang yang terhubung mulai bergesekan satu sama lain, dan menyebabkan rasa sakit yang berlebihan.

Apa yang memicu serangan tidak diketahui, meskipun faktor-faktor ini mungkin terlibat:

Hormon

Radang rematik umumnya dialami wanita terutama karena adanya tingkat estrogen yang lebih tinggi dalam sistem mereka, tapi cenderung menyebabkan gejala yang lebih berat di kalangan penderita laki-laki.

Lingkungan

Berdasarkan angka resmi, perokok dan orang-orang setengah baya lebih rentan terhadap penyakit.

Keturunan

Para ahli sebelumnya telah mengajukan bukti yang menghubungkan gen dengan radang rematik. Namun, penelitian mereka menegaskan bahwa risiko mewarisi penyakit ini cukup rendah.

Infeksi virus atau bakteri

Karena serangan utama terjadi awalnya pada sistem kekebalan tubuh, maka infeksi tertentu juga diduga memicu penyakit.

Gejala utama dari rematik meliputi:

Nyeri sendi, Pembengkakan / radang,  Kekakuan pagi yang berlangsung selama lebih dari satu jam, Kekakuan setelah lama tidak ada gerakan atau kegiatan, Kelelahan, Daerah yang terasa hangat saat disentuh, Sensitif terhadap rasa nyeri, Benjolan atau nodul di bawah kulit, Kelemahan,  Demam ringan,  Berat badan turun/ anoreksia.

Siapa yang Harus Ditemui Pasien yang mengalami gejala tersebut diatas disarankan menemui dokter/ spesialis terapi zona meredian.

Jika dicurigai rematik, pasien dirujuk ke ahli reumatologi.

Selama perawatan, ahli reumatologi dapat menyertakan ahli kesehatan lainnya untuk memberikan pasien perawatan kesehatan yangmenyeluruh.

Tim ahli yang mungkin ikut serta adalah sebagai berikut:

 Perawat

Perawat memberikan perawatan ekstra, serta bantuan, dalam pelaksanaan rencana perawatan.

Psikolog

Penyakit ini sangat mungkin memiliki efek psikologis yang dapat mempengaruhi kemampuan pasien untuk beradaptasi dengan rumah atau tempat kerja, sehingga adanya psikolog dapat membantu mereka dalam mengatasi masalah ini.

Tes diagnostik

Diagnosis radang rematik dilakukan melalui serangkaian tes darah di laboratorium. Ini dilakukan untuk mengenali tanda-tanda tertentu termasuk antibodi RF, Anti-CCP, kekurangan sel darah merah atau Anemia, dan ANA (antinuclear antibody).

Kondisi ini dipastikan jika tes darah menunjukkan bahwa pasien memiliki faktor rematik berupa antibodi RF dan antibodi citrulline cyclic dalam sistem mereka.

Hal ini juga dapat dipastikan jika pasien mengalami peningkatan laju endap darah dan kadar protein C-reaktif, yang keduanya menunjukkan adanya peradangan.

Pasien yang juga mendapat hasil uji positif dalam tes antibodi antinuklir, yang merupakan pertanda jelas adanya penyakit autoimun, segera diberikan pilihan perawatan Perawatan dan Penanganan Penanganan yang tepat untuk penyakit ini dapat mencakup satu atau gabungan dari pilihan perawatan berikut:

Obat

Obat yang digunakan terutama untuk mengurangi rasa sakit dan menghentikan pembengkakan. Obat yang paling sering diresepkan termasuk analgesik, glukokortikoid, disease-modifying anti-rheumatic, pengubah respons biologis, dan obat anti-radang non-steroid.

Istirahat

Pasien disarankan untuk menahan diri dari melakukan kegiatan tertentu khususnya pada saat peradangan dan nyeri berlangsung.

Latihan

Latihan membantu menjaga sendi tetap lentur dan memperkuat otot-otot sekitarnya untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Pembedahan

Untuk kasus yang berat di mana rasa sakit tidak bisa lagi dikendalikan oleh obat-obatan, spesialis menganjurkan dilakukan pembedahan. Pembedahan Penggantian Sendi Total dan Penggantian Sendi Lutut dilakukan untuk mengambil struktur yang rusak dan menggantinya dengan tiruan atau sendi buatan.

Pemantauan

Karena radang rematik terkadang terkait dengan jantung, paru-paru, dan masalah yang berhubungan dengan organ lain, pemantauan untuk adanya infeksi dan keganasan, serta kemungkinan timbulnya penyakit lanjutan seperti keropos tulang (osteoporosis), diperlukan.

Dalam memilih jenis  yang tepat pengobatan, faktor-faktor berikut harus dipertimbangkan:

 Tingkat beratnya kondisi, usia, keadaan umum kesehatan, riwayat kesehatan, reaksi terhadap obat. Jika pengobatan telah dipilih, berikut ini dapat dipertimbangkan berdasarkan kondisi ginjal dan hati pasien.

 Penghilang rasa sakit oles, penghilang rasa sakit, anti-peradangan (aspirin atau ibuprofen)

Obat narkotika penghilang rasa sakit.

Disease-modifying anti-rheumatic drugs (DMARDs), yang meliputi obat penekan kekebalan dan obat biologis. Saat ini tidak ada obat yang permanen untuk radang rematik, namun dengan rencana perawatan yang tepat, efek jangka panjang dan kecacatan dapat dicegah.

Penggunaan awal DMARDs telah terbukti memperlambat perkembangan penyakit. Keseluruhan penanganan penyakit telah menunjukkan peningkatan besar dalam 30 tahun terakhir, yang berarti penderita radang rematik saat ini lebih atau kurang mampu berfungsi secara normal dan hidup dengan penyakit.(Abdul Hadi (tuna netra))

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Apa itu Rematik: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Cara Mengobati