TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Panglima TNI Sholat Idul Fitri 1439 H Bersama Ribuan Prajurit dan Masyarakat

By 16 Jun 2018 17:27Puspen TNI
WhatsApp Image 2018-06-16 at 3.40.45 AM

TNI AD – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dan Ketum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto melaksanakan Sholat Idul Fitri 1439 Hijriah / 2018 Masehi, bersama ribuan Prajurit dan PNS TNI (AD, AL, AU) serta warga masyarakat sekitar Cilangkap, dengan Imam H. Ahmad Suparli, S.E., bertempat di Lapangan Plaza Mabes TNI, Jakarta Timur, Jumat (15/6/2018).

Tampak hadir pada Sholat Idul Fitri 1439 H diantaranya, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji S.E., M.M., Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., Irjen TNI Letjen TNI M. Herindra, M.A., M.Sc., para Asisten Panglima TNI, dan Kabalakpus TNI, Ibu-ibu Dharma Pertiwi, IKKT Pragati Wira Anggini, serta Keluarga Besar TNI.

Tema peringatan Idul Fitri 1439 H tahun 2018 ini adalah “Dengan Hikmah Idul Fitri 1439 H / 2018 M, Kita Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan Kepada Allah SWT, Sebagai Landasan Moral Dalam Melaksanakan Tugas Pokok TNI”.

Dalam khotbah Sholat Idul Fitri, Drs. K.H. Agus Dermawan Iskandar, S.E. Pimpinan Yayasan Maulida Fitria menyampaikan bahwa di hari Idul Fitri ini kalimat takbir, tahmid, tasbih, dan tahlil menggema di cakrawala yang tinggi nian.

“Pagi hari ini, jutaan kaum muslimin dan muslimat dunia tengah berbondong-bondong menuju rumah-rumah Allah, menuju tanah-tanah lapang dengan beratapkan langit biru jingga, di atas hamparan sajadah-sajadah indah, melakukan ruku dan sujud sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT,” kata K.H. Agus Dermawan Iskandar.

WhatsApp Image 2018-06-16 at 3.40.46 AM

Ramadhan, ujarnya, adalah bulan peleburan dosa, dimana sebelas bulan kita (manusia) banyak salah, rona, noda, dan dosa. Satu bulan Ramadhan yang telah berlalu, jiwa kita ditempa dan dicuci agar menjadi manusia yang fitrah, manusia yang suci tanpa bintik hitam dosa, putih seputih kapas dan bening sebening embun di waktu pagi.

“Ketika perang Badar usai, maka sahabat berkata kepada Rasulullah. Ya Rasulullah, kita baru saja telah menyelesaikan perang besar namun Rasulullah berkata tidak wahai sahabatku, kita baru saja menyelesaikan perang yang kecil menuju peperangan yang besar yaitu perang melawan hawa nafsu,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan K.H. Agus Dermawan Iskandar, Ramadhan telah berlalu takkan mungkin kembali kehadapan kita. Hanya ada dua alternatif saja, apakah kita dapat berjumpa di Ramadhan yang akan datang atau takkan jumpa. Tidak ada satupun manusia yang mampu menjamin akan ada kehidupan hari esok, kecuali Allah SWT yang menentukan kehidupan dan kematian seorang hamba, dan Allah SWT berkehendak atas segala sesuatu.

Ramadhan telah mengajarkan kepada kita agar kita mampu berkomunikasi membina hubungan, baik vertikal maupun horizontal, yaitu Hablumminallah dan Hablumminanas.

“Firman Allah dalam surat Qs. Ali-Imran ayat 112 yang artinya, mereka diliputi kehinaan dimana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia,” jelasnya.

Ramadhan, lanjutnya, juga telah mengajarkan kepada kita agar menjadi hamba yang bersyukur kepada-Nya, bersyukur hidup di negeri yang indah, negeri Indonesia yang Allah jadikan negeri yang subur dan makmur, negeri yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan kita dengan tetesan air mata dan darah, dengan kebulatan tekad para prajurit terbaik TNI, yang berjuang bersama seluruh komponen anak bangsa dengan pekikan kalimat takbir Allahu Akbar, akhirnya kita bisa menikmati kehidupan di negeri yang merdeka.

Usai pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1439 H, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Ketum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto melaksanakan halal bi halal dengan para pejabat teras Mabes TNI dan Angkatan, Prajurit dan PNS TNI, serta warga masyarakat Cilangkap

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Panglima TNI Sholat Idul Fitri 1439 H Bersama Ribuan Prajurit dan Masyarakat