Artikel

Perlunya Paradigma Baru Dalam Menanggulangi Perkembangan Ancaman Terhadap Keselamatan dan Kelangsungan Hidup Bangsa dan Negara

Oleh 09 Jun 2018 Juni 29th, 2018 No Comments
#TNIAD 

Kompleksitas ancaman saat ini sudah membaurkan antara ancaman nir-militer dan ancaman militer.  Musuh eksternal dan internal sudah tidak dapat dibedakan secara diskriminatif. Pendekatan kompartementalisasi yang mematok TNI pada fungsi pertahanan saja harus dipikirkan kembali.

Pertahanan bukan semata-mata berhubungan dengan ancaman militer tapi juga nir-militer.   Kekuatan suprastruktur dan infrastruktur TNI yang begitu luar biasa, sangat disayangkan jika hanya dipatok untuk menghadapi bentuk ancaman tradisional.

Saat ini ancaman baru membutuhkan pendekatan dekompartementalisasi yang membuka sekat tupoksi antar aparat negara.  Terorisme, separatisme, migrasi, penyelundupan orang dan barang, narkoba, penyakit tropis, kerusakan lingkungan hidup, bencana alam, kemiskinan, dan lain sebagainya membutuhkan penanganan terpadu antar semua aparat negara.

Tidak seharusnya ada aparat negara yang dibebani dengan begitu banyak tugas sementara kapasitas aparat negara lain, dalam hal ini TNI, masih belum dimaksimalkan. Ancaman baru yang kompleks dan non-diskriminatif membutuhkan pola pikir dan pendekatan baru yang memberi ruang cukup leluasa bagi TNI untuk menjalankan tugasnya.  Sebab, prinsip utama yang menjadi pandu bagi seluruh aparatur negara sejatinya adalah apa yang disebut dalam alenia IV Pembukaan UUD NRI 1945 tentang Tujuan Negara yakni: “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut menjaga ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.”

Baca juga:  Menghormati Perbedaan dan Semangat untuk Bersatu

doni2Jakarta, 9 Mei 2018

Dr. Donny Gahral Adian M.Hum

Departemen Filsafat, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya – Universitas Indonesia

 

Komentar