TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Ingin Kampungnya Aman, Warga Papua Serahkan Senjata

By 01 Jul 2018 06:53Kostrad
5a__2_

BOVEN DIGOEL, tniad.mil.id – Seorang warga masyarakat dari Kampung Ninatie, Distrik Ninatie, Kabupaten Boven Digoel, Papua tiba-tiba mendatangi Pos Satun Tugas Pengamanan Perbatasan (Pos Satgas Pamtas) Yonif Raider 500/Sikatan. Bukan tanpa maksud dan tujuan. Kedatangan pria, JK (41) itu hendak menyerahkan senjata api laras panjang jenis Mouser, peninggalan almarhum orang tuanya.

“Senjata itu diserahkan dengan sukarela, tanpa ada paksaan dari kami (Satgas=red),” ujar Dansatgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, Letkol Inf Sidik Wiyono, Jumat (29/6/2018) siang.

Apa yang telah dilakukan salah seorang warga masyarakat itu, menurutnya, mendapat apresiasi seluruh prajurit Satgas Pamtas dan patut juga diapresiasi oleh seluruh warga masyarakat Papua, khususnya yang tinggal di wilayah perbatasan Negara RI dan Papua Nugini (PNG).

“Saya dan seluruh anak buah sangat berterima kasih atas kerjasama yang diberikan oleh masyarakat di wilayah perbatasan ini, dan hal ini patut diapresiasi oleh kita semua,” ucap Dansatgas Letkol Sigit.

Sementara itu, JK, warga yang menyerahkan senjata ke Pos TNI mengatakan penyerahan senjata dirasa sangat pantas untuk ia dilakukan untuk menciptakan suasana aman dan damai di Papua.

“Saya tahu kalau memiliki senjata itu melanggar hukum. Beberapa waktu lalu, bapak-bapak TNI disini telah mensosialisasikan larangan memiliki senjata. Ini salah satu inisiatif kami untuk taat pada peraturan yang sudah diberlakukan,” ucap JK.

Ia berharap, penyerahan senjata yang dilakukan oleh dirinya itu, bisa menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk ikut menyerahkan senjata api yang dimilikinya.

“Mudah-mudahan warga yang merasa memiliki senjata api dapat menyerahkan senjatanya ke pak TNI,” tutur JK.

Selama menjaga keamanan di wilayah perbatasan, Satgas Pamtas tak harus menggunakan senjata. Akan tetapi, para personel TNI di wilayah perbatasan Juga dibekali dengan kemampuan, untuk melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Dansatgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, Letkol Inf Sidik Wiyono mengungkapkan, ia bersama prajuritnya selama ini tidak hanya menjalin komunikasi dengan warga di perbatasan saja, mamun juga menghimbau seluruh anak buahnya untuk mendengarkan setiap keluhan ataupun kesusahan yang dialami warga masyarakat yang berdomisili di perbatasan.

“Sebab cara tersebut sangat ampuh untuk menjalin kedekatan dengan warga disini dan itu sudah terbukti,” katanya.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Ingin Kampungnya Aman, Warga Papua Serahkan Senjata