TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Pangdam II/Sriwijaya: Maknai Tugas Pengamanan Perbatasan Sebagai Ibadah, Amanah, Kepercayaan, Kehormatan dan Kebanggaan

By 25 Jul 2018 17:58Kodam II/Sriwijaya
bra1

BENGKULU, tniad.mil.id – Tugas pengamanan perbatasan (Pamtas) ini harus dimaknai sebagai ibadah, amanah, kepercayaan, kehormatan, dan kebanggaan, karena tidak setiap prajurit mendapatkan kesempatan melaksanakan penugasan seperti ini. Oleh karena itu, laksanakan tugas ini dengan penuh totalitas, semangat pengabdian, profesionalitas, dedikasi, disiplin, dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Pelihara komunikasi dan koordinasi dengan Tentara Diraja Malaysia yang bertugas di perbatasan untuk menghindari terjadinya salah paham dan mencegah terjadinya provokasi yang merugikan kedua negara.

Hal ini disampaikan Kepala Staf Komando Daerah Militer II/Sriwijaya (Kasdam II/Swj) Brigjen TNI Syafrial, yang membacakan amanat Panglima Kodam II/Swj Mayjen TNI AM Putranto, S.Sos.,
dihadapan 450 orang prajurit Batalyon Infanteri 144/Jaya Yudha (Yonif 144/JY) yang akan menjalani tugas sebagai Satuan Tugas Operasi Pengamanan Perbatasan (Satgas Ops Pamtas) Darat RI-Malaysia ke Kalimantan Timur, dalam suatu upacara pemberangkatan yang berlangsung di Pelabuhan Pelindo II, Pulau Baai, Bengkulu, Senin (23/7/2018) pagi.

Lebih lanjut dikatakan, perlu dipahami oleh Komandan Yonif (Danyonif) 144/JY Letkol Inf Andri Hadiyanto berikut seluruh prajuritnya bahwa wilayah perbatasan merupakan beranda depan NKRI yang bernilai strategis bagi kedaulatan negara.

“Tugas pengamanan perbatasan darat negara yang akan kalian laksanakan di Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu tugas pokok TNI AD dalam OMSP, sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI,” kata Pangdam dalam amanatnya.

Provinsi Kalimantan Timur yang akan menjadi tempat penugasan Yonif 144/JY, menurut Pangdam II/Swj, memiliki beberapa potensi kerawanan, terutama berkenaan dengan aktivitas kegiatan ilegal seperti illegal logging, illegal minning, human trafficking, pelintas batas, pergeseran patok-patok, dan kriminalitas seperti penyelundupan narkotika dan obat/bahan berbahaya (Narkoba) dan minuman keras (Miras).

Terkait itu, keberadaan Satgas Pamtas RI-Malaysia dari Yonif 144/JY ini diharapkan dapat mengamankan wilayah perbatasan dan sekaligus mampu membantu mengatasi permasalahan tersebut.
“Setibanya di daerah penugasan, saya perintahkan agar kalian segera melakukan adaptasi dan selalu waspada. Kenali betul adat dan budaya serta karakter masyarakat setempat, karena hal ini penting dilakukan guna mendapatkan dukungan dari masyarakat. Implementasikan Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI. Pahami tugas dan tanggung jawab perorangan, agar tidak ragu-ragu dalam bertindak. Pelihara kesehatan fisik jasmani dan tingkatkan terus kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dalam setiap pelaksanaan tugas, dengan cara memperbanyak kegiatan ibadah sesuai agama masing-masing,” perintah Mayjen TNI AM Putranto, S.Sos.

Selain itu Pangdam II/Swj juga berpesan kepada seluruh prajurit Yonif 144/JY anak buahnya untuk selalu menghindari pelanggaran hukum selama penugasan.

“Jaga dan hindarkan diri dari perbuatan yang melanggar hukum dan tidak terpuji, karena setiap pelanggaran sekecil apapun akan menjadi perhatian dan sorotan masyarakat dan dapat merusak citra TNI. Jangan pernah menjadi pengkhianat bangsa. Ingat, bagi personel yang tidak disiplin dan melakukan pelanggaran di daerah penugasan, akan langsung dikembalikan ke kesatuan untuk diproses dan diberikan sanksi. Jadikan pelanggaran tersebut sebagai pengalaman dan ambil hikmah dari satuan-satuan yang pernah berangkat ke daerah penugasan, baik keberhasilan maupun kekurangan selama pelaksanaan tugas operasi tersebut, sebagai bahan evaluasi bagi satuan selama Satgas ini berada di daerah penugasan,” pesannya.

Hal tersebut perlu dilakukan, lanjutnya, sebagai bentuk konsistensi dan komitmen untuk menjadikan Kodam II/Swj sebagai institusi yang diawaki oleh personel-personel yang sadar hukum, punya dedikasi, disiplin, memiliki loyalitas, dan berani menegakkan aturan, apapun risikonya.

Sebelum mengakhiri amanatnya, Mayjen TNI AM Putranto, S.Sos selaku Pangdam II/Swj dan pribadi, serta atas nama seluruh warga Kodam II/Swj, mengucapkan selamat jalan dan selamat bertugas kepada para prajutit 144/JY, semoga sukses dalam melaksanakan tugas mulia ini.

“Do’a kami semua menyertai langkah dan pengabdian kalian. Semoga Satgas Ops Pamtas Yonif 144/Jaya Yudha yang merupakan kebanggaan kita bersama ini, berangkat dan kembali dalam keadaan lengkap dan selamat serta berhasil dengan gemilang,” ucapnya.

Hadir dalam pelepasan tersebut, Asops Kasdam II/Swj, Gubernur Bengkulu diwakili oleh Kasatpol PP Prov. Bengkulu, Kapolda Bengkulu, Danrem 041/Gamas, Danlanal Bengkulu, LO Angkatan Laut, Kajati Bengkulu, Ketua Pengadilan Agama Bengkulu, Ketua Pengadilan Tinggi Bengkulu, Ketua DPRD Prov. Bengkulu, Kasat Brimob Bengkulu, Dirpolair Bengkulu, Bupati Bengkulu Tengah, Kepala BNN Bengkulu, Kakanhan Bengkulu, Perwakilan ASDP Bengkulu, Wakabinda Bengkulu, Kasrem 041/Gamas, Kapolres Bengkulu, Para Dandim jajaran Korem 041/Gamas, GM Pelindo, Para Kabalak/Kadisjan Jajaran Korem 041/Gamas,. Para Kasirem 041/Gamas, Ketua dan anggota Persit jajaran Koorcabrem 041 PD II/Swj, serta PNS Korem 041/Gamas.

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Kodam V/Brawijaya Kodam Jaya Dinas Penerangan Kodam XII/Tanjungpura Kodam Iskandar Muda Kodam IV/Diponegoro
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Pangdam II/Sriwijaya: Maknai Tugas Pengamanan Perbatasan Sebagai Ibadah, Amanah, Kepercayaan, Kehormatan dan Kebanggaan