TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Panglima TNI: Kemanunggalan TNI dan Rakyat, Konsekuensi Logis dalam Menjaga NKRI

By 11 Jul 2018 23:31Puspen TNI
1a__1_

JAKARTA, tniad.mil.id -:Indonesia berada di antara persilangan ideologi dunia yang berbeda dan di persilangan ekonomi yang sangat kuat dan besar. Kondisi ini menuntut Kemanunggalan TNI dan rakyat yang kokoh dan kuat, sebagai konsekuensi logis dari negara majemuk dan negara kepulauan terbesar di dunia, yang rentan terhadap berbagai bentuk ancaman kontemporer yang bersifat asimetris, proxi, dan hibrida.

Demikian paparan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. yang dibacakan oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., dalam Sarasehan Nasional yang diselenggarakan oleh Letjen TNI Dony Murnado selaku Sekretaris Jenderal (Sesjen) Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) tentang “Merawat Perdamaian Belajar Dari Resolusi Konflik Dan Damai Di Maluku Dan Maluku Utara Untuk Indonesia Yang Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur” di Hotel JS. Luwansa, DKI Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Acara yang dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, S.H. mewakili Wapres RI ini diikuti oleh segenap komponen bangsa, baik dari Pemerintah, TNI, Polri, Civitas Akademika, Tokoh Politik, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat.

Panglima TNI Marsekal mengatakan, kemajuan zaman yang semakin modern menghadirkan perubahan lingkungan strategis yang sedemikian cepat dan sulit diprediksi. Keadaan ini juga merupakan cerminan semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang kokoh kuat, dan harus terjaga dengan baik.

“Untuk itu, ada hal mendasar yang harus dipegang teguh yaitu keberadaan dan kebersatuan kita sebagai bangsa merupakan modal sosial yang sangat diperlukan,” katanya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, perkembangan lingkungan strategis, baik pada lingkup global maupun regional yang disertai perkembangan teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi, menghadirkan fenomena-fenomena baru.

“Hal ini akan merubah perspektif ancaman terhadap integritas NKRI, yaitu ancaman kontemporer, baik yang berdimensi militer murni maupun non militer atau campuran di antara keduanya,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan, memasuki era revolusi industri 4.0, transformasi pada berbagai bidang dipicu oleh disruptive innovation yang secara serta merta merubah paradigma yang telah ada sebelumnya, menjadi suatu paradigma yang benar-benar baru dan tidak pernah diduga sebelumnya.

“Karakteristik utamanya adalah perubahan yang tidak pernah terduga pada faktor kecepatan atau speed, skala atau scale, dan kekuatan atau force. Jika dikaitkan dengan karakteristik lingkungan strategis maka asimetri perang juga akan bertransformasi pada aspek kecepatan atau speed, jangkauan atau range, dan daya hancur atau lethality,”ujarnya.

Meski era disrupsi dan revolusi industri 4.0 merupakan suatu peradaban baru manusia, namun dalam setiap kemajuan selalu memiliki paradoks yang berbentuk ancaman, diantaranya ancaman siber atau cyber threats, ancaman biologi atau bio-threats, dan ancaman kesenjangan atau inequality threats.

“Oleh karena itu, kondisi inilah menuntut kepentingan Kemanunggalan TNI-Rakyat yang kokoh kuat, sebagai konsekuensi logis dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” ungkapnya.

Mengakhiri paparannya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menekankan, Kemanunggalan TNI dan rakyat merupakan hal penting, sebagai bagian dari wujud memperkuat pemberdayaan ketahanan wilayah.

“Tentunya tidak dapat hanya mengedepankan TNI semata, namun diperlukan peran serta dan kontribusi terbaik seluruh komponen bangsa untuk bersinergi, terintegrasi, bahu membahu, dan berkesinambungan dalam mewujudkan Indonesia yang aman, damai, berdaulat, mandiri, dan berkepribadian yang kokoh kuat,” kata Panglima TNI.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Panglima TNI: Kemanunggalan TNI dan Rakyat, Konsekuensi Logis dalam Menjaga NKRI