TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Panglima TNI, Menkes RI, dan Kapolri Tinjau Korban Gempa Lombok

By 09 Aug 2018 15:53Puspen TNI
IMG-20180809-WA0026

LOMBOK UTARA, tniad.mil.id – Panglima Tentara Nasional Indonesia (Panglima TNI) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp. M (K) dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Prof. H.M Tito Karnavian Ph.D., melaksanakan kunjungan kerja ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk melihat langsung kondisi korban gempa bumi 7.0 SR yang mengguncang wilayah Lombok pada Minggu 5 Agustus 2018 sekitar pukul 18.46 WITA lalu.

Setibanya di Posko Tanggap Darurat Bencana Alam Gempa Bumi Wilayah Lombok di Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Rabu (8/8/2018), Panglima TNI, Menkes RI, dan Kapolri beserta rombongan, menerima paparan dari Komandan Komando Resor Militer Danrem 162/Wira Bhakti (Danrem 162/WB) Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani selaku Komandan Penanganan Darurat Bencana. Dalam paparannya Danrem antara lain menyampaikan tentang pendistribusian logistik, bantuan kesehatan, dan penanganan evakuasi korban yang sudah dilaksanakan TNI beberapa hari terakhir ini.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di enam mecamatan terkena musibah bencana gempa, yaitu air bersih, tenda lapangan, dan MCK (Mandi, cuci, Kakus).

“Kebutuhan-kebutuhan tersebut, akan segera ditindaklanjuti,” katanya

Sedangkan wilayah-wilayah yang sulit dijangkau untuk pendistribusian logistik dan evakuasi warga, Panglima TNI mengatakan akan segera mengerahkan helikopter untuk membantu, apabila ada pasien yang akan dirujuk ke KRI dr. Soeharso 990 atau rumah sakit daerah setempat.

“Untuk kebutuhan air bersih, personel dari Batalyon Zeni akan membantu memperbaiki instalasi air dan akan ada bantuan tangki air bersih termasuk membangun MCK, sesuai dengan kebutuhan masyarakat. TNI dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana = Red) sudah mengirim ratusan tenda, yang saat ini sebagian sudah ada di Lombok dan sebagian lainnya masih di Halim,” ujarnya.

Untuk wilayah-wilayah yang sulit dijangkau, lanjutnya, sudah didatangi oleh petugas terkait.

“Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto dan Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Achmad Juri sudah menyampaikan bahwa di enam kecamatan tersebut sudah ada petugas, termasuk menggelar jaringan komunikasi. Kita juga akan terus menginventarisir jumlah korban yang memerlukan pertolongan,” katanya.

Menurut Panglima TNI, saat ini sudah ada KRI dr. Soeharso dan rumah sakit umum setempat, dan semuanya sudah dilengkapi peralatan untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terkena dampak gempa.

Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan, didalam situasi tanggap darurat, berkat kerja sama yang sangat luar biasa dari unsur Polri, TNI, dan Pemda serta semua pihak, evakuasi korban gempa dapat dilakukan dengan cepat.

Sementara itu, Menkes RI Nila Djuwita F. Moeloek menyampaikan, Kemenkes RI bersama-sama dengan TNI dan Polri bekerja sama untuk menolong korban.

“Data sementara, di rumah sakit ada 226 pasien, yang harus dilakukan operasi sebanyak 139 orang. Pada umumnya mereka mengalami patah tulang. Kita sudah mengirimkan 60 dokter bedah tulang atau ortopedi dan 78 dokter spesialis,” katanya.

Selanjutnya, Panglima TNI, Menkes RI, dan Kapolri mengunjungi para pasien yang sedang dirawat di KRI dr. Soeharso 990.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, diantaranya Asops Panglima TNI Mayjen TNI Lodewyk Pusung, Aslog Panglima TNI Laksda TNI Ir. Bambang Nariyono, M.M., Asops Kapolri Irjen Pol Drs. Deden Juhara, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P., Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Achmad Juri, S.H., M.Hum, Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, Waaster Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Purnomo, dan Wakapuskes TNI Laksma TNI drg.Andriani, Sp.Ort.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Panglima TNI, Menkes RI, dan Kapolri Tinjau Korban Gempa Lombok