TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Kodam XII/Tpr Gelar Seminar Penanggulangan Karhutla

By 28 Sep 2018 16:40Kodam XII/Tanjungpura
IMG_20180928_162118_258

KUBU RAYA, tniad.mil.id – memperingati HUT ke-73 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura (Tpr) menggelar Seminar Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bertema “Membangun Empati dan Tanggung Jawab Bersama Masyarakat, Pengusaha dan Pemerintah terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Barat” bertempat di Aula Makodam XII/Tpr, Jalan Arteri Alianyang, Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar).

Seminar dibuka secara resmi oleh Panglima Kodam (Pangdam) XII/Tpr, Mayjen TNI Achmad Supriyadi dan dihadiri Danlantamal XII/Pontianak Laksamana TNI Gregorius Agung W, Kasdam XII/Tpr Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh, Danrem 121/Abw, Brigjen TNI Bambang Ismawan, Wakil Gubernur Kalbar H. Ria Norsan, Danrem 102/Pjg, Forkompinda Kalbar, dan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Kalbar.

Dalam seminar tersebut, bertindak selaku Moderator (Dr H. Firdaus Ahmad, M.A), Nara Sumber (Brigjen TNI Bambang Ismawan, S.E, M.M, Drs. T.T.A Nyarong, M.Si, dan Dr. Ir. H. Gusti Hardiansyah, M.Sc., QAM, IPU), Notulen (Dr. Ibrahim, MS, M.A), dan sebagai Pemapar Materi adalah LK. Putra Situngkir (Ketua BEM UPB), Muhammad Hakiki (Ketua BEM IAIN), dan Muhamad Al Iqbal (Ketua BEM Untan).

“Persoalan kebakaran hutan dan lahan ini pantas untuk diangkat sebagai topik dalam suatu kegiatan seminar yang melibatkan pihak pemerintah maupun _stakeholders_ yang berkaitan dengan peran serta dan fungsi tugasnya dalam menyelesaikan permasalahan kebakaran hutan dan lahan,” kata Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Achmad Supriyadi saat membuka acara Seminar Penanggulangan Karhutla di Aula Kodam XII/Tpr, Kamis (27/9/2018).

Pangdam berharap, seminar tersebutdapat membawa manfaat dan penyelamat, sehingga di kemudiam hari tidak terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalbar.

Menurut Pangdam, kabut asap yang menyelimuti wilayah Kota Pontianak dan sekitarnya, telah menimbulkan dampak yang negatif terhadap kehidupan masyarakat.

Dampak dari Karhutla ini telah menyentuh berbagai sektor kehidupan masyarakat, diantaranya terhadap lalu lintas udara, pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat. Lebih dari itu, transportasi darat, laut, dan udara juga menjadi terkendala, khususnya arus transportasi udara. Jadwal penerbangan banyak terjadi penundaan, bahkan pembatalan, disebabkan jarak pandang yang relatif pendek dan terbatas, sehingga menyulitkan pilot untuk melakukan _takeoff_ maupun _landing_.

Sedangkan di bidang pendidikan, akhirnya memaksa pemerintah setempat untuk meliburkan aktivitas belajar mengajar di sekolah, dengan tujuan, mengantisipasi timbulnya dampak gangguan kesehatan terhadap para murid sekolah, akibat udara yg tercemari dengan asap hasil kebakaran.

Sedangkan pengaruh terhadap perekonomian yaitu, perdagangan, hotel, industri makanan, kontrak bisnis yang batal, atau berkurangnya wisatawan yang berkunjung, semua menjadi terhambat karena dampak Karhutla.

“Saat ini kami lebih mengedepankan peran mahasiswa terlebih dahulu sebagai akademisi, yang akan menjadi calon-calon pemimpin di kemudian hari, untuk diajak memberikan saran dan sumbangsihnya dalam penanggulangan Karhutla di Kalbar,” kata Mayjen Achmad Supriyadi.

“Betapa masalah Karhutla dari tahun ke tahun tetap menjadi momok atau problem, baik di luar negeri maupun di negara kita Indonesia, khususnya di Provinsi Kalbar,” tambahnya.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Kodam XII/Tpr Gelar Seminar Penanggulangan Karhutla