TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Panglima TNI: Tambahan Anggaran TNI untuk Organisasi Baru

By 07 Sep 2018 17:34Puspen TNI
IMG_20180907_173258_299

JAKARTA, tniad.mil.id – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kepaka Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E, M.M., melaksanakan rapat kerja dengan anggota Komisi I DPR RI terkait Pagu anggaran TNI tahun 2018-2019, bertempat di Ruang Rapat Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dihadapan wartawan menyampaikan, pagu (batas tertinggi) anggaran yang diajukan TNI sudah disetujui sebesar Rp 106 triliun koma sekian.

“Kita mengajukan tambahan menjadi Rp 107 triliun koma sekian, untuk pembangunan organisasi baru di wilayah timur, yaitu Sulawesi Selatan, Sorong dan Papua,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, dari Rp 107 triliun koma sekian tersebut, Rp 1,5 triliun akan digunakan untuk organisasi baru di wilayah timur khusus pembangunan sarana dan prasarana, material khusus, hingga perlengkapan senjata dan perlengkapan lainnya.

“Kebutuhan perlengkapan untuk organisasi baru yang dimaksud adalah pembangunan gedung, perumahan prajurit, dan dermaga yang belum ada, termasuk gedung Komando Operasi Khusus (Koopsus) TNI dan material khusus untuk pasukan khusus,” jelas Panglima TNI.

Terkait pasca gempa bumi yang terjadi di Lombok beberapa waktu lalu diungkapkan, TNI sudah mengerahkan hampir tiga Batalyon Zeni Konstruksi (Yonzikon) berikut alat berat, Zeni Tempur (Zipur), dan tiga Batalyon Kesehatan (Yonkes) yang tersebar di seluruh wilayah Lombok Barat, Utara, Timur, dan Tengah.

“Prajurit TNI masih terus berada disana untuk membantu rekonstruksi pembangunan di Lombok,” ungkap Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Panglima TNI: Tambahan Anggaran TNI untuk Organisasi Baru