TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Pangdam IV/Dip: Masyarakat Semarang Tidak Mengenal Perbedaan Suku, Agama, dan Ras

By 16 Oct 2018 11:56Kodam IV/Diponegoro
bra1

SEMARANG, tniad.mil.id – Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang merupakan peristiwa heroik yang tidak mungkin dapat kita lupakan. Masyarakat Semarang harus dapat mengambil hikmah sebanyak-banyaknya dan pelajaran-pelajaran penting dari apa yang telah dikorbankan oleh para pahlawan dalam Pertempuran 5 Hari di Semarang tersebut.

Hal tersebut disampaikan Panglima Kodam (Pangdam) IV/Diponegoro, Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si. pada upacara peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang, bertempat di kawasan Tugu Muda Kota Semarang, Minggu (14/10/2018) malam.

Lebih lanjut dikatakan, masyarakat Semarang memiliki jiwa patriotik yang luar biasa. Dengan spontanitas, mereka bisa bersatu, bergotong-royong, bahu membahu, dan tidak mengenal latar belakang suku, agama, ras, mereka bersama-sama bersatu untuk mencapai tujuan mempertahankan kemerdekaan.

“Keadaan ini merupakan modal yang sangat besar untuk masyarakat Kota Semarang, Jawa Tengah dan Indonesia,” ucap Mayjen Wuryanto.

Menurut Pangdam, pada hahekatnya seluruh masyarakat Indonesia sudah mempunyai dan mewarisi jiwa patriotik yang luar biasa dari para pahlawan, sehingga kita harus menyadari bahwa apa yang dilakukan oleh para pahlawan, semua hanya demi terciptanya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

“Untuk mencapai semua itu, tidak mungkin hanya dilakukan oleh satu pemimpin saja, baik Wali Kota, Gubernur atau Presiden, tetapi perlu kerja sama. Semua komponen masyarakat harus bahu membahu, bergotong-royong dengan satu tujuan, Indonesia yang hebat, adil, dan makmur,” ujar Pangdam Diponegoro.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Wakil Gubernur Jateng T. Yasin Maimoen, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, tokoh agama, tokoh masyarakat, para purnawirawan, pejuang dan veteran kemerdekaan RI.

Dalam acara peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang tersebut, juga dimeriahkan oleh drama treatikal yang menggambarkan perjalanan pertempuran selama 5 hari di Kota Semarang, yang ditandai dengan gugurnya Kepala Laboratorium Purusara, dr. Kariadi.

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Kodam II/Sriwijaya Kodam V/Brawijaya Puspen TNI Kodam XII/Tanjungpura Dinas Penerangan KORPRI TNI AD
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Pangdam IV/Dip: Masyarakat Semarang Tidak Mengenal Perbedaan Suku, Agama, dan Ras