TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Prajurit TNI Amankan Roda Perekonomian di Pasar Inpres Palu

By 06 Oct 2018 18:46Berita Satuan
IMG_20181006_184321_521

PALU, tniad.mil.id – (Puspen TNI).
Hari ketujuh pasca gempa bumi dan tsunami yang mengguncang Palu dan Donggala, roda perekonomian di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), berangsur pulih dan sudah mulai bergeliat. Sebanyak 150 personel TNI ditempatkan di Pasar Inpres yang terletak di jantung Kota Palu, Sulawesi Tengah untuk membantu mengamankan jalannya roda perekonomian agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya. Jumat (5/10/2018)

Diterjunkannya pasukan TNI untuk mengamankan pasar Inpres yang menjadi pusat perekonomian, dengan tujuan untuk menghidupkan kembali roda perekonomian masyarakat Palu. Pasar tradisional ini sempat tutup saat gempa berkekuatan 7,4 skala richter mengguncang Palu.

Sebagaian besar pedagang mengucapkan banyak terima kasih kepada aparat TNI yang telah membantu memulihkan kondisi keamanan pasca gempa bumi yang menyebabkan penjarahan di beberapa toko. Salah satu pedagang Haji Badaruddin (70) yang membuka toko ponsel di pasar Inpres mengapresiasi kepada TNI yang telah menerjunkan personelnya untuk mempercepat proses pemulihan keamanan disekitar wilayah Palu.

“Alhamdulillah, setelah TNI melakukan pengamanan di pasar Inpres perlahan-lahan sudah banyak toko yang membuka usahanya untuk berdagang kembali,” ujar Haji Badaruddin.

Haji Badaruddin mengaku dirinya telah mendapatkan imbauan dari TNI dan pemerintah setempat untuk membuka kembali tokonya di pasar Inpres ini. “Saya juga rencananya akan menyampaikan kepada para pedagang yang memiliki toko di pasar Inpres ini untuk segera membuka tokonya karena kondisi disini sudah aman,” ungkapnya.

Sementara itu, pedagang lainnya Mifta (25) yang juga berjualan kebutuhan pokok malah mengaku telah berjualan 2 hari yang lalu. Dia pun memperdagangkan barang dagangannya dengan harga normal kepada konsumen.

“Sejak pasar dibuka dua hari lalu, saya mulai untuk membuka toko saya. Terlihat banyak masyarakat yang mulai berdatangan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, meski tidak semua toko di pasar itu buka tetapi telah mulai memenuhi kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Hingga saat ini, prajurit TNI yang dilibatkan dalam proses evakuasi dan penyelamatan korban bencana gempa bumi dan tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah berjumlah 4.895 personel. Selain diterjunkan untuk mengamankan pasar Inpres, personel TNI juga menjaga beberapa lokasi strategis lainnya yang dijadikan pusat perekonomian masyarakat Palu.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Prajurit TNI Amankan Roda Perekonomian di Pasar Inpres Palu