TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Ribuan Ibu-ibu Dharma Pertiwi Membatik dengan Chanting, Pecahkan Rekor MURI

By 03 Oct 2018 16:20Puspen TNI
bra1a

JAKARTA, tniad.mil.id – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) menggelar acara membatik dengan Chanting yang melibatkan 9.000 orang ibu-ibu Dharma Pertiwi beserta unsurnya, Persit Kartika Chandra Kirana (KCK), Jalasenastri, PIA Ardhya Garini, dan IKKT Pragati Wira Anggini, juga Ibu-ibu Bhayangkari, OASE Kabinet Kerja, Ibu-ibu dari Majelis Taklim, serta unsur-unsur organisasi kewanitaan lainnya.

Kegiatan yang sama, digelar secara serentak di jajaran Satuan TNI, baik TNI AD, TNI AL maupun TNI AU. Kegiatan ini terhubung melalui Video Conference yang ditayangkan secara terpusat di Plaza Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (2/10/2018).

bra1c

Dalam sambutannya Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. mengatakan, acara membatik dengan chanting tersebut diselenggarakan dalam rangka pemecahan Rekor MURI.

“Disamping itu, kegiatan membatik ini merupakan wujud kecintaan serta upaya melestarikan budaya bangsa Indonesia,” ucapnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, batik merupakan budaya Indonesia yang diturunkan sejak ratusan tahun silam. Awalnya, batik ini diperuntukkan bagi kalangan kerajaan atau istana.

“Saat ini batik sudah menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Kita dapat menemukan berbagai corak dan seni batik di seluruh penjuru tanah air. Segala keunikan dan kekhasan tersebut merupakan harta karun yang harus kita jaga,” tuturnya.

bra1b

Dijelaskan Panglima TNI, pada tahun 2009 lalu, UNESCO mengakui batik tulis sebagai warisan budaya asal Indonesia. Meskipun sudah terdapat batik cetak, namun batik seni tulis tetap mendapat tempat tersendiri, terutama terkait dengan nilai estetikanya.

“Oleh karena itu, pada pagi hari ini kita berupaya menunjukkan bahwa kita bangga dan tetap menjaga seniman batik dengan chanting,” jelasnya.

Usai acara, dihadapan awak media Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan, terkait bencana Palu, ada penambahan prajurit TNI sebanyak tiga Batalyon Para Raider dari Divif 3 Kostrad, diluar 850 prajurit TNI untuk tenaga medis yang sudah ada disana.

“Penambahan pasukan ini dalam rangka memberikan bantuan keamanan untuk menjaga SPBU, ATM, toko-toko, Bandara dan pelabuhan. Saya mengimbau kepada masyarakat agar tetap membuka toko, SPBU, Bank dan ATM-nya dengan dikawal oleh TNI agar perekonomian di Palu dapat berjalan hari ini,” katanya.

“TNI juga melaksanakan pengamanan di seluruh jalur logistik, mulai dari pintu masuk Parigi sebelah utara dan Mamuju sebelah selatan, guna memastikan pendistribusian bantuan yang datang dari luar kepada korban gempa dapat terlaksana dengan lancar dan aman,” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Turut hadir dalam acara tersebut, antara lain Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji S.E., M.M., Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E, M.M, Ibu-ibu OASE Kabinet Kerja, Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, Ketum Bhayangkari Ibu Tri Tito Karnavian, Ketum Persit KCK Ibu Sita Mulyono, Ketum Jalasenastri Ibu Manik Siwi Sukma Adji, Ketum Pia Ardya Garini Ibu Ayu Yuyu Sutisna, Dirut BRI, Pejabat tinggi Mabes TNI dan Angkatan, Atase Pertahanan negara sahabat, serta Perancang Busana Indonesia, Anne Avanti.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Ribuan Ibu-ibu Dharma Pertiwi Membatik dengan Chanting, Pecahkan Rekor MURI