TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Prajurit Kodim 0808/Blitar Bantu Ungsikan Warga Blitar

By 16 Nov 2018 Kodam V/Brawijaya
3a__3_

BLITAR, tniad.mil.id – Ribuan warga yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana Alam letusan Gunung Kelud mulai diungsikan oleh personel TNI-POLRI bersama instansi terkait menggunakan kendaraan truk.

Pengungsian warga ini dilakukan, menyusul meningkatnya status Gunung Kelud menjadi Level Awas tingkat 2. Warga masyarakat dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Peristiwan tersebut merupakan simulasi Latihan Penanggulangan Bencana Alam Terpadu Gunung kelud yang digelar Korem 081/DSJ Madiun di Kodim 0808/Blitar, yang saat ini, Kamis (15/11/2018) memasuki hari keempat.

Dandim 0808/Blitar, Letkol Inf Kris Bianto, SE selaku Dansatgas PRC PB saat ditemui menjelaskan tentang pelaksanaan latihan tersebut.

“Dalam latihan ini, warga masyarakat kami ungsikan ke tempat-tempat aman yang jaraknya sekitar 10 sampai 15 kilometer dari tempat tinggal mereka. Sementara itu, tempat pengungsian sudah kami siapkan secara matang,” jelas Kris Bianto.

“Kami dari personel TNI-POLRI bersama instansi terkait juga telah menyiapkan dapur lapangan, sekaligus menyediakan obat-obatan pertolongan pertama dan ribuan masker yang akan kami bagikan kepada warga,” sambungnya.

Menurut Dandim Blitar ini, walaupun kegiatan tersebut hanya suatu latihan dalam penanggulangan Bencana Alam Gunung kelud, namun dilaksanakan oleh para peserta/pelaku latihan dengan sungguh-sungguh dan realistis, menyerupai kejadian yang sebenarnya.

“Dengan latihan yang kita buat serealistis mungkin ini, apabila terjadi erupsi Gunung Kelud yang nyata, kita sudah siap dalam menanggulanginya agar tidak menimbulkan korban jiwa,” ucapnya.

“Melalui latihan ini, diharapkan kita semua sudah mempunyai gambaran tentang ‘siap berbuat apa’ seandainya terjadi erupsi Gunung Kelud yang sesungguhnya,” pungkas Dandim 0808/Blitar, Letkol Inf Kris Bianto.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Prajurit Kodim 0808/Blitar Bantu Ungsikan Warga Blitar