TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

TNI AD Menuju Wilayah Bebas Korupsi

By 21 Nov 2018 Dinas Penerangan
IMG-20181121-WA0009

JAKARTA, tniad.mil.id – Seluruh satuan jajaran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) telah berkomitmen untuk mewujudkan “Wilayah Bebas Korupsi”, dan “Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani”, melalui aksi Reformasi Birokrasi.

Wakil Direktur (Wadir) Direktorat Zeni Angkatan Darat (Ditziad), Kolonel Czi Y.D. Prasetyo, yang mewakili Direktur (Dirziad), pada Rabu (21/11) di Aula Graha Zeni, Ditziad, Matraman, Jakarta Timur, telah memimpin deklarasi pencanangan zona integritas di lingkungan TNI AD, yang diikuti dengan penandatanganan pakta integritas dan piagam pencanangan zona integritas menuju “Wilayah Bebas Korupsi” dan “Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani”.

Pencanangan zona integritas tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mendukung program pemerintah, dalam melakukan penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih ( good and clean governance), sehingga dapat melayani masyarakat secara efektif, efisien, dan profesional.

Wadirziad mengungkapkan, pencanangan zona integritas ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), yang telah dituangkan dalam Surat Telegram (ST), nomor ST/3689/2018 tanggal 16 Oktober 2018 tentang membangun Zona Integritas (ZI) dan menyiapkan satuan kerja menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Zona Integritas merupakan predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah, dimana pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen yang kuat untuk mewujudkan wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani, melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” ungkap Prasetyo.

Lebih lanjut dikatakan, keberhasilan pembangunan ZI sangat ditentukan oleh kapabilitas dan akuntabilitas masing-masing individu, yang mempunyai relevansi dalam peningkatan kapabilitas dan akuntabilitas organisasi. Adapun fokus utama dalam pembangunan Zona Integritas, menurutnya meliputi berbagai hal, diantaranya penataan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM).

“Fokus utama dalam proses pembangunan Zona Integritas ini adalah penerapan program manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, dan peningkatan kualitas pelayanan publik yang bersifat konkrit,” ujar Prasetyo.

Dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan, lanjutnya, Direktorat Zeni telah melakukan berbagai langkah-langkah reformasi birokrasi dibidang manajemen perubahan menuju arah yang lebih baik, yang meliputi bidang peraturan perundang-undangan, bidang penguatan organisasi, bidang sistem manajemen SDM, bidang penguatan pengawasan, dan bidang peningkatan pelayanan publik.

Hadir dalam kegiatan tersebut, para Sekretaris Dinas (Sesdis) Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) TNI AD atau yang mewakili, mahasiswa, pejabat teras Ditziad, rekanan, dan tamu undangan lainnya.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

TNI AD Menuju Wilayah Bebas Korupsi