TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Walau Ada Kendala, Pembangunan Hunian Tetap Korban Gempa Sumbawa Terus Dikebut

By 17 Dec 2018 Kodam V/Brawijaya
2a

MATARAM ,tniad.mil.id – Proses pembangunan rumah Hunian Tetap (Huntap) bagi korban gempa baik di Lombok maupun Sumbawa dan Sumbawa Barat hingga hari ini masih belum maksimal, karena banyaknya kendala yang dihadapi anggota Satgas bersama Kelompok Masyarakat (Pokmas) maupun Aplikator selaku pembuat panel Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha).

Hal itu diungkapkan Dansatgas Rekonstruksi dan Rehabilitasi (RR) NTB Kolonel Inf H. Farid Makruf, MA., disela-disela kesibukannya di Mataram, Sabtu (15/12/2018).

Dijelaskannya, beberapa kendala yang dihadapi diantaranya masih minimnya aplikator yang mencetak panel Risha, kurangnya baut panel Risha, scaffolding dan kunci shock menyebabkan pekerjaan menjadi terhambat. ’’Sementara itu data yang terverifikasi dari Pemda belum valid, sedangkan jumlah kelompok masyarakat terus bertambah,’’ tambahnya.

Mantan Danrem 162/WB itu menjelaskan, pihaknya sudah berupaya melakukan komunikasi dan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR maupun Pemerintah Daerah setempat dan Dinas Sosial Provinsi NTB untuk mengatasi segala permasalahan yang ada dan mendorong percepatan pembangunan sehingga pembangunan rumah Huntap bagi warga bisa berjalan lancar.

“Hingga saat ini anggota Satgas terus mendampingi aplikator dalam pembuatan panel Risha, membantu pembangunan rumah Huntap sampai selesai,” ucapnya.

Kolonel Farid berharap, seluruh anggota yang tergabung dalam Satgas Rekonstruksi dan Rehabilitasi NTB agar tetap semangat dan jaga kesehatan sehingga tugas untuk membantu pembangunan rumah bagi saudara-saudara kita bisa dilaksanakan dengan baik sesuai dengan tema Hari Juang Kartika ke-73 tahun 2018 yakni TNI-AD mengabdi dan membangun bersama rakyat.

Sementara Kasipos Satgas Letkol Inf Yudi Hermasyah bersama Kasi Intel Satgas Mayor Inf Panjaitan M. secara terus menerus melaksanakan pengecekan dan pengawasan ke seluruh sektor.

“Setiap hari kita keliling melihat dan mengawasi kegiatan yang dilaksanakan anggota Satgas di lapangan sehingga mengetahui secara langsung kendala yang dihadapi di lapangan,”ujar Letkol Yudi.

Sebelumnya dijelaskan, ada pihak ketiga dari PT. Pos Indonesia yang menawarkan diri dan sanggup membantu membangun Huntap bagi korban gempa hingga rumah jadi, setelah dana dicairkan Pokmas akan diserahkan kepada PT. Pos Indonesia. “Namun ini masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut terkait mekanisme dilapangan,”jelasnya.

“Kita berharap agar ada pihak ketiga yang lain yang bisa membantu dalam pembangunan rumah Huntap dengan mekanisme mengikuti ketentuan prosedur yang ada sehingga proses pembangunan rumah Huntap cepat terselesaikan dengan baik,” pungkas Yudi. (Dispenad).

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Walau Ada Kendala, Pembangunan Hunian Tetap Korban Gempa Sumbawa Terus Dikebut