Dinas Penerangan

Anggota OPM Serahkan Senjata M16A1 dan Ikrarkan Setia Kepada NKRI

Oleh 25 Jan 2019 Tidak ada komentar
Anggota OPM Serahkan Senjata M16A1 dan  Ikrarkan Setia Kepada NKRI
#TNIAD 

JAKARTA,tniad.mil.id – Dua orang anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) beserta keluarganya menyerahkan senjata M16 A1 berikut munisinya serta menyatakan Ikrar setia kepada NKRI. Tersebut disampaikan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi, di Pos Kotis, Skouw, Papua, Jumat (25/1/2019).

Dihadapan awak media lanjutnya, Danrem 172/Praja Wira Yakti (PWY), Kolonel Inf J.Binsar Parluhutan Sianipar, mengatakan bahwa kedua orang anggota OPM beserta keluarga dan satu pucuk senjata M16 A1 dan 7 butir munisi kaliber 5.56 mm tersebut, menyerahkan diri kepada Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328/DGH di Pos Kotis, Skouw.

WhatsApp Image 2019-01-25 at 18.42.22

“Mereka adalah Warga Negara Indonesia dan merupakan saudara kita yang memang harus kita terima kembali. Kemudian tekad kembali dan setia kepada NKRI tadi merupakan berkah dari komunikasi yang baik dari Satgas selama ini,” jelas Kapendam.

Di tempat yang sama Dansatgas  Yonif PR 328/DGH Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) berharap sikap yang diambil oleh AK dan AG  dapat menjadi contoh dan diikuti oleh anggota-anggota OPM yang lain untuk dapat kembali kepada NKRI.

“Tentunya kami sangat berharap saudara-saudara kami di sana, untuk bersama-sama dengan kami kembali ke pangkuan NKRI.  Mari bersama-sama membangun Papua untuk menciptakan kemajuan bagi wilayah Papua ini,” tegasnya.

WhatsApp Image 2019-01-25 at 18.42.19

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, M.M., yang ikut dalam konferensi pers ini mengucapkan terima kasih kepada Dansatgas Pamtas Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) beserta jajaranya.

“Melalui pendekatan dan komunikasi yang begitu baik, saudara kita menyatakan suatu sikap dan komitmen untuk kembali dengan penuh kesadaran ke Pangkuan NKRI,” ucapnya.

Dalam pengakuannya AK sudah lama ingin kembali ke NKRI, namun menurutnya tidak ada yang memfasilitasi keinginannya. Ketika personel Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) melalui kegiatan-kegiatan teritorial seperti memberikan bahan-bahan pokok dan pangan serta melakukan pengobatan kepada Keluarga AK dan yang dilakukan secara kontinuitas.

“Saya merasa bahwa Satgas sudah banyak memberikan bantuan terhadap keluarga, sehingga berkeinginan kuat untuk kembali ke pangkuan NKRI dan menyerahkan senjata jenis M16 A1,”ucapnya.

Kepada Satgas Yonif PR 328/DGH, dirinya menceritakan bahwa selama ini susah hidup di hutan dan menurutnya perjuangannya selama ini hanyalah sia-sia dan tidak ada artinya, sehingga AK bersama 6 orang anggota keluarga nya yaitu PGK (Istri ), 4 anak serta AG (menantu AK/Anggota OPM) ingin hidup normal di tengah Masyarakat.

AK menuturkan bahwa dirinya ingin diakui sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) dengan memiliki KTP Penduduk Indonesia dikarenakan dirinya dan keluarga belum memiliki KTP dan ingin anak-anaknya dapat bersekolah serta ingin mempunyai tempat tinggal yang layak bagi dirinya dan keluarga.

“Jadi saya pikir-pikir jika seperti itu terus, tinggal di hutan dan anak-anak tidak bersekolah dengan baik, saya meminta tolong ke Satgas agar dapat membantu beasiswa anak-anak saya sekolah dan bisa membantu mendapatkan rumah, sehingga saya ingin menyerahkan diri kembali disini (NKRI),” imbuhnya.

Sementara itu, AG yang merupakan menantu dari AK menuturkan bahwa dirinya beserta istri dan anakanya selama ini sudah tersiksa hidup di hutan dan dihantui rasa bersalah kepada saudara-saudaranya yang lain yang setia kepada NKRI.

“Saya  beserta keluarga mengikrakan diri untuk kembali ke NKRI dan akan menjadi Warga Negara Indonesia yang baik,”pungkasnya.

Hadir dalam konferensi pers tersebut Kepala Pos PLBN  Yan Numberi, Kadistrik Muara Tami Supriyanto, Komandan Kodim (Dandim) 1701/ Letkol Inf Johanis Parinussa beserta tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat. (Dispenad).

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel