Puspen TNI

Panglima TNI : Kyai dan Santri, Jaga Heterogenitas Masyarakat Indonesia

Oleh 27 Jan 2019 Tidak ada komentar
Panglima TNI : Kyai dan Santri, Jaga Heterogenitas Masyarakat Indonesia
#TNIAD 

JAKARTA, tniad.mil.id – Bersama dengan TNI, para Kyai dan Santri memiliki peran sentral dalam menjaga heterogenitas masyarakat serta persatuan dan kesatuan bangsa. Tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., dihadapan lebih dari 700 Santri, pada acara silaturahmi kebangsaan, di Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (26/1/2019).

Dalam sambutannya Panglima TNI mengajak seluruh Santri untuk bersama-sama membangun NKRI ini sambil merawat warisan sangat berharga yang ditinggalkan oleh para pahlawan dan pendahulu bangsa yaitu persatuan dan kesatuan.

Menurut Panglima TNI, secara formal pondok pesantren merupakan tempat para pemuda menempuh pendidikan dan menimba ilmu agama Islam. Namun secara kultural pondok pesantren adalah tempat berkumpulnya gagasan-gagasan kebangsaan, tempat lahirnya komunitas yang mempersatukan budaya-budaya bangsa seiring sejalan dengan tuntunan ajaran agama, untuk saling menghormati dan menghargai keberagaman.

“Saya merasa sangat senang dan bangga dapat bersilaturahmi dengan para Ulama, para Santri, dan tokoh masyarakat di Pondok Pesantren ini. Silaturahmi yang erat sangat penting dalam membangun kedekatan dan kemanunggalan antara TNI dan seluruh komponen bangsa,” ucap Hadi Tjahjanto.

Disisi lain Panglima TNI menyampaikan bahwa bila melihat dari Sabang sampai Merauke, betapa negeri ini sangat kaya dengan sumber daya alam yang melimpah.  “Maka dari itu keutuhan bangsa jangan sampai dikoyak-koyak oleh fitnah, hoaks, ujaran kebencian atau emosi sesaat. Kita bertanggung jawab untuk mewariskan negeri yang makmur kepada anak cucu kita, bukan negeri yang terkoyak oleh perseteruan sesama anak bangsa,” jelasnya.

Lebih lanjut ditambahkan, bangsa ini harus menjadi bangsa yang kuat, berdaya saing tinggi dan untuk menjadi kuat harus bersatu dalam keberagaman, karena ke-Bhinneka Tunggal Ika-an adalah anugerah dari Sang Maha Pencipta. “Perbedaan yang ada hendaknya tidak menjadi halangan untuk memperkuat persaudaraan, justru harus saling melengkapi dan saling memperkuat,” pintanya.

“Hal tersebut telah dibuktikan bangsa ini dalam mengatasi berbagai tantangan, sejak perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Sebagai contoh beberapa waktu lalu dalam menanggulangi bencana, kita juga telah buktikan persatuan dan kesatuan,” tutur Panglima TNI.

Panglima TNI menegaskan, TNI, Polri, Basarnas, BNPB, berbagai Kementerian dan Lembaga, Pemda, lembaga masyarakat dan anggota masyarakat saling bahu – membahu berbagai bantuan yang dikirim ke Aceh, Lombok, Palu, Bali, Banten, Lampung, Papua dan tiap tempat yang terkena musibah.

“Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran, dan kemudahan kepada saudara-saudara kita dalam menghadapi musibah tersebut. Apa yang telah kita berikan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang saat ini masih terus berjuang memulihkan kehidupan,” pungkasnya. (Dispenad).

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel