Kodam XII/Tanjungpura

Prajurit Wajib pegang teguh Netralitas TNI

Oleh 18 Jan 2019 Tidak ada komentar
Prajurit Wajib pegang teguh Netralitas TNI
#TNIAD 

JAKARTA, tniad.mil.id – Guna menghadapi pesta demokrasi 2019 dalam rangka pemilihan Presiden dan calon Legislatif di Indonesia, seorang prajurit TNI wajib pegang teguh Netralitas TNI. Tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Panglima Komando Daerah XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi pada upacara tujuh belasan awal tahun 2019, di Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (17/1/2019).

Panglima TNI mengawali amanatnya mengucapkan selamat Natal bagi umat Kristiani, semoga Natal membawa damai dan kebahagiaan. Demikian juga kepada seluruh prajurit, PNS TNI dan Keluarga Besar TNI di manapun berada dan bertugas. “Saya juga mengucapkan Selamat Tahun Baru 2019, semoga di tahun ini, TNI menjadi lebih solid, memiliki semangat baru dalam mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional, TNI dinilai mampu menjadi perekat kemajemukan dalam menjaga kebhinnekaan. TNI bersama-sama segenap komponen bangsa harus melaksanakan tugas dengan tulus dan ikhlas dalam mewujudkan rasa aman dan tenteram di masyarakat. Sinergi dengan berbagai Kementrian dan Lembaga, serta seluruh komponen bangsa harus dipelihara dan ditingkatkan, tidak sekedar menjadi slogan.

“Pesta Demokrasi 2019 merupakan agenda akbar nasional yang menjadi perhatian TNI. Pemilihan Legislatif dan pemilihan Presiden harus dapat berjalan dengan lancar, aman, damai, dan sukses. Stabilitas nasional harus tetap terjaga sebelum, selama, dan setelah pemilihan tersebut. “Netralitas TNI kembali harus kita tunjukkan,” tegasnya.

“Jangan terpengaruh pada berbagai isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, pegang teguh Rantai Komando dan laporkan kepada Komandan satuan bila menemui kendala,” imbuh Hadi Tjahjanto.

Disampaikan pula, perkembangan situasi lainnya juga tetap menjadi bagian dari kewaspadaan semua. Kondisi regional dan global yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung, tidak boleh luput dari pengamatan dan antisipasi TNI. “Ancaman terorisme, separatisme, radikalisme, serta berbagai ancaman kejahatan lintas negara harus dapat diatasi. Demikian pula dengan kemungkinan terjadinya bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Kondisi geografis Indonesia memang mengharuskan kita memiliki kesadaran terhadap potensi dan penanggulangan bencana alam,”terangnya.

“Sadarilah bahwa jerih payah para prajurit dan PNS TNI juga menjadi ibadah dihadapan Tuhan Yang Maha Kuasa, Itu semua terasa sangat berat manakala kita tidak menyadari betapa mulianya tugas yang diemban. Selain itu dalam setiap pelaksanaan tugas pokok, TNI harus bersatu dan manunggal bersama rakyat. TNI adalah bagian dari rakyat, dan kemanunggalan TNI dan rakyat adalah marwah NKRI sejak negeri ini berdiri,” pungkas Panglima TNI.

Hadir dalam upacara tujuh belasan ini Kasdam XII/Tpr, Brigjen TNI Alfret Denny Tuejueh, Irdam XII/Tpr, para Asisiten Kodam, para Kabalak serta diikuti oleh seluruh Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kodam XII/Tpr se-Garnizun Pontianak. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel