Dinas Penerangan

Babinsa Ransiki, Seberangkan Anak di Sungai Berarus Deras

Oleh 20 Feb 2019 Tidak ada komentar
Babinsa Ransiki, Seberangkan Anak di Sungai Berarus Deras
#TNIAD 

JAKARTA-tniadmil.id,- Dengan didorong rasa empati dan peduli, meski jatuh bangun karena arus yang deras dan licinnya permukaan dasar sungai, Babinsa Koramil 1801-05/Ransiki Serda Adam Adi berhasil membantu menyeberangkan seorang anak kecil (Yafet Bemihi) dengan selamat.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapendam XVIII/Ksr Kolonel Inf. Andi Gus Wulandri, S.I.P. dalam rilis tertulisnya, di Manokwari, Rabu (20/2/2019).

Diungkapkan Kapendam, karena didorong empati terhadap keluarga yang hendak kembali ke Kampung Neney, Serda Adam Adi menawarkan diri untuk menggendong Yafet menyeberangi Sungai Sumsum yang saat itu arusnya cukup deras.

“Mereka masih keluarga, membawa kayu yang cukup berat dan banyak. Sementara itu, untuk menuju kampung mereka di Distrik Neney (Kab. Manokwari Selatan) harus menyeberangi Sungai Sumsum yang ketika itu arusnya cukup deras, ditambah permukaan dasar sungainya licin,” terang Andi Gus.

“Dengan didasarkan rasa iba dan empati serta keterampilan yang dimilikinya selaku militer, Serda Adam menawarkan diri untuk membawa Yafet menyeberang sungai tersebut,” tambah Andi.

Sementara itu, ketika dihubungi via telepon, atasan Adam, Danramil 1801-05/Ransiki Lettu Inf Dani Purnomo mengutarakan bahwa saat itu sungai Sumsum tengah meluap dan akibat hujan deras.

“Seperti biasanya, kalau hujan besar maka sungai di sini airnya meluap, banjir dan arus airnya juga kencang,” kata Dani.

“Berdasarkan pengakuan Adam, saat itu, dia melihat ada beberapa orang membawa kayu, diantaranya ada anak kecil. Rupanya mereka mau pulang ke Kampung Neney, tapi terhambat ketika akan menyeberangi sungai. Karena merasa kasihan, selaku Pembina Desa, Adam menawarkan diri untuk menggendong Yafet menyeberang sungai dan orang tuanya menggotong kayu,” tambahnya.

Senada yang disampaikan Kapendam, Dani pun mengatakan bahwa permukaan dasar Sungai Sumsum licin dan jika tidak hati-hati bisa terpeleset. Selain itu, di sungai tersebut rawan longsor dan banjir bandang.

“Karena itu, Adam menawarkan diri kepada mereka, untuk menggendong. Rupanya ketika dia tergelincir saat menyeberang ada yang mengambil foto dan mengirimnya ke saya,” tuturnya.

“Tapi syukurlah, akhirnya semuanya selamat sampai ke tepi sungai,” pungkas Dani.

Saat itu, Yafet bersama dengan 3 orang keluarganya yaitu Yakonias Suba, Erikson Ainusi dan Oktober Ainusi yang semuanya warga Kampung Neney. Yafet yang saat ini duduk di kelas 2 SD Kampung Ucimeda Aryanmoho Distrik Neney, tinggal hanya dengan bapaknya yaitu Esap Bemihi, karena ibunya telah meninggal dunia. (Dispenad)

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel