TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Dandim Mempawah Pimpin Penanganan Bencana Banjir di Ngabang dan Kuala Behe

2a (1)

JAKARTA, tniad.mil.id – Komandan Kodim 1201/Mph Letkol Arm Anom Wirasunu, memimpin rapat Penanganan bencana banjir di Kecamatan Ngabang dan Kuala Behe. Tersebut disampaikan dalam rilis tertulisnya, di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Rabu (20/2/2019).

Diungkapkan Dandim, untuk mengatasi bencana banjir ini, dirinya ditunjuk sebagai Wakil 2 Komando Satuan Tugas Tanggap Darurat Penanganan Bencana Banjir berdasarkan SK Bupati Landak Nomor 360/90/HK-2019.

Sebagaimanan diketahui kata Dandim, beberapa hari lalu, Kabupaten Landak dilanda banjir akibat meluapnya aliran sungai di daerah tersebut. “Sampai saat ini masih ada 2 lokasi banjir yang perlu penanganan yaitu Kecamatan Ngabang dan Kecamatan Kuala Behe,”ujarnya.

“Di Kecamatan Ngabang ketinggian air secara keseluruhan mulai turun sekitar 30 cm dari ketinggian awal yang mencapai sekitar 1 meter. Sedangkan untuk di Kuala Behe ketinggian air masih sekitar 1 meter,”ucapnya.

“Saat ini tim gabungan sedang melaksanakan patroli ke wilayah Kuala Behe untuk memantau perkembangan di wilayah tersebut,”tegas Anom Wirasunu.

Selain itu juga, tambahnya ada beberapa titik penampungan pengungsi yaitu, di Makoramil 11/Ngabang sebanyak 96 jiwa, Gudang Garam di Desa Hilir Tengah sebanyak 29 Jiwa, Rumah Nur Kholis sebanyak 45 Jiwa dan Kantor Tibum berjumlah 8 jiwa.

Menurut Anom, alat perlengkapan yang disiapkan untuk mendukung tugas pendukung tanggap darurat, antara lain, 1 set tenda, 7 unit LCR, 2 unit KMC, 2 unit kano, 3 unit perahu besi, 2 set alat scuba, 2 unit perahu fiber, 125 buah pelampung, 6 unit truk, 2 unit mobil patroli, 1 unit strada, 1 unit mobil serbaguna dan 4 unit SPM,”imbuhnya.

Diharapkan, pengerahan kekuatan Satgas Gabungan penanganan banjir di Landak yang beranggotakan TNI, Polri, Tim Kesehatan dan BPBD Landak dapat bekerja maksimal dalam membantu para korban bencana. “Kita juga fokus pada para korban yang belum mendapat bantuan khususnya makanan dan obat-obatan,”urainya.

Anom berpesan, kerja sama semua komponen sangat diperlukan dalam penanganan banjir ini. “Mari kita bersinergi untuk membantu mengatasi penderitaan warga, agar mereka dapat kembali beraktivitas,”pungkasnya.

Hadir dalam rapat ini Kapolres Landak, Danyon Armed 16/Kmp, Kepala BPBD Landak, Danramil Ngabang, Pasiops Kodim 1201/Mph, Kabag Ops Polres Landak, Pasiops Armed 16/Kmp dan Sekertaris BPBD Landak. (Dispenad)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Dandim Mempawah Pimpin Penanganan Bencana Banjir di Ngabang dan Kuala Behe