Kodam XVI/Patimura

Kodim Tobelo Berhasil Amankan Ratusan Kantong Miras Ilegal

Oleh 04 Feb 2019 Tidak ada komentar
Kodim Tobelo Berhasil Amankan Ratusan Kantong Miras Ilegal
#TNIAD 

JAKARTA, tniad.mil.id – Kodim 1508/Tobelo berhasil mengamankan ratusan kantong miras ilegal jenis cap tikus dari salah seorang warga di Halmahera Utara. Tersebut disampaikan Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav Tri Sugiharto dalam rilis tertulisnya, Minggu (3/2/2019).

Diungkapkan Dandim, penangkapan miras tersebut berawal dari informasi masyarakat yang memberitahukan tentang keberadaan minuman keras di rumah salah seorang warga inisial ZK di Desa Togoliua.

“Berdasarkan informasi tersebut, anggota Unit Intel Sertu Mustakim Siregar melaporkan hal tersebut kepada Pasi Intel Kapten Arh Moch. Ali, yang kemudian ditindak lanjuti bersama tujuh anggota Intel, Babinsa dan Piket Kodim bergerak menuju sasaran yang dicurigai,” ungkap Dandim.

Setiba di lokasi tambah Dandim, tim berkordinasi dengan Kesra Desa Ahmad Nabiu serta Kepala Dusun Muktar Rahmad dan langsung menuju rumah sasaran.

“Dari hasil penggeledahan ditemukan minuman keras jenis cap tikus sebanyak 142 kantong yang disimpan dalam cold box dan untuk mengelabui petugas disimpan di lokasi berbeda,”jelas Tri Sugiharto.

Dijelaskan, informasi dari pemilik barang haram tersebut bahwa dirinya mendapatkan miras tersebut dari salah seorang warga Desa Yaro berinisial RD dengan harga Rp. 8.500/kantong dan rencana akan dikirimkan ke Ternate melalui jalur darat dan akan dijual kepada penadah di Kelurahan Bastiong berinisial DS dengan harga jual Rp. 25.000/kantong.

“Barang bukti tersebut kemudian dibawa menuju Makodim 1508/Tobelo untuk kami dimusnahkan,” imbuhnya.

Tri Sugiarto menegaskan bahwa pihaknya telah berkomitmen untuk memberantas peredaran miras khususnya di wilayah Halut karena miras tersebut acapkali menjadi pemicu sejumlah masalah terutama perkelahian dan tindakan kriminal di wilayah Halmahera Utara.

“Saya selalu sampaikan kepada seluruh personel, baik Babinsa maupun Intelijen untuk senantiasa melakukan monitoring wilayah dan berkoordinasi dengan Kepolisian untuk mempersempit ruang gerak peredaran miras di Maluku Utara,” pungkasnya. (Dispenad).

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel