Kodam V/Brawijaya

Mayjen TNI Wisnoe Akan Tindak Tegas Anggota TNI yang Melakukan Pelanggaran

Oleh 13 Feb 2019 Tidak ada komentar
Mayjen TNI Wisnoe Akan Tindak Tegas Anggota TNI yang Melakukan Pelanggaran
#TNIAD 

JAKARTA, tniad.mil.id – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi menegaskan jika dirinya bakal menindak tegas anggota TNI yang kedapatan melakukan pelanggaran di wilayah tugasnya. Hal tersebut disampaikan Kapendam V/Bwj Kolonel Inf Singgih Singgih Pambudi Arinto dalam rilis tertulisnya, di Surabaya, Rabu (13/2/2019).

Dikatakan Kapendam, penegasan Pangdam V/Brawijaya itu disampaikan saat Apel penegakan dan Ketertiban (Gaktib) Yustisi di wilayah Kodam V/Brawijaya yang digelar di Lapangan Makodam V/Brawijaya.

Diungkapkan Kapendam, Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi yang pada kesempatan tersebut membacakan amanat Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.I.P. menyampaikan bahwa TNI sebagai institusi negara, bekerja dengan visi dan misi kenegaraan dan pemerintahan, harus dibangun dengan sistem dan manajemen yang tertata bagi pelaksanaan tugas sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan.

“Sebagai salah satu upaya TNI dalam pelaksanaan misi tersebut ialah menggelar operasi penegakkan penertiban serta Operasi Yustisi dalam rangka mendukung citra prajurit TNI,” tegasnya.

Tidak hanya itu saja, dalam pesannya pimpinan TNI menghimbau prajurit TNI untuk bersikap netral selama berlangsungnya Pileg dan Pilpres mendatang. TNI tetap berkomitmen dan memastikan jika pelaksanaan pemilihan tersebut, dapat terlaksana dengan aman dan sukses.

“Dalam menyikapi situasi ini, seluruh prajurit TNI bersikap netral dan tidak terseret ke arah dunia politik,” tegasnya.

Panglima TNI dalam amanatnya, tegas Kapendam, era Revolusi Industri 4.0 harus mampu membawa peradaban baru manusia yang lebih maju. Namun setiap kemajuan selalu memiliki paradox yang berupa ancaman terhadap kemanusiaan itu sendiri.

“Demikian pula dinamika perubahan lingkungan strategis yang sedemikian cepat, telah menghadirkan berbagai bentuk ancaman empat kontemporer dan bersifat asimetris, proksi dan hibrida yang semakin mengemuka hingga sulit diprediksi,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut juga, dalam menghadapi ancaman tersebut, memerintahkan seluruh prajurit Polisi Militer (POM) untuk mengikuti setiap perkembangan teknologi.

“Hal ini, dalam rangka membentengi pengaruh negatif dari penggunaan media sosial dan media lainnya oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab, dan ingin menjatuhkan nama baik TNI secara individu, maupun institusi melalui penyebaran berita palsu (hoax),“ tuturnya.

Mantan Wakil Gubernur Akademi Militer tahun 2016 lalu itu, tutur Kapendam juga menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak ragu-ragu melaporkan oknum anggota TNI yang kedapatan melakukan pelanggaran ke pihak Polisi Militer.

“Nanti kalau ada oknum TNI yang kedapatan melanggar peraturan yang sudah disepakati, segera laporkan ke POM TNI,” pungkasnya (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel