Dinas Penerangan

Tekan Korban di Daerah Operasi, SEMPU UNIFIL Gelar Road Safety Campaign di Markas Indobatt

Oleh 28 Feb 2019 Tidak ada komentar
Tekan Korban di Daerah Operasi, SEMPU UNIFIL Gelar Road Safety Campaign di Markas Indobatt
#TNIAD 

JAKARTA,tniad.mil.id – Guna menekan terjadinya korban akibat kecelakaan lalu lintas di daerah operasi, Sector East Military Police Unit (SEMPU) UNIFIL menyelenggarakan kegiatan Road Safety Campaign (RSC) atau Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas bagi unit-unit jajaran di lingkungan Komando Sektor (Kosektor) Timur atau Sector East UNIFIL.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas MPU Konga XXV-K/UNIFIL yang juga merupakan Komandan SEMPU Letkol Cpm Sony Yusdarmoko, S.H.,M.Si (Han), dalam rilis tertulisnya di Markas SEMPU, Lebanon Selatan, Kamis (28/2/2019).

Diungkapkan Letkol Cpm Sony Yusdarmoko, kegiatan Road Safety Campaign (RSC) yang dilaksanakan untuk menekan terjadinya kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi seluruh anggota jajaran Kosektor Timur UNIFIL.

“Kita lakukan ini (RSC), karena berdasar data, hampir setiap tahun terdapat 1.2 juta orang yang tewas akibat kecelakaan lalu lintas dan sedikitnya 50 juta mengalami luka-luka,”ujar Sony.

“Data tersebut merupakan hasil analisis PBB yang sejak tahun 2010 mencanangkan Dekade Keselamatan Berlalu Lintas 2010-2020,”tambahnya.

Untuk mengawali kegiatan tersebut, lanjut Sony, dilakukan di Batalyon Indonesia (Indobatt) yang berada dibawah pimpinan Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya di UNP 7-1 Adchit Al Qusayr, Lebanon, Minggu (24/2/2019)

“Kegiatan RCS itu merupakan program inisiatif SEMPU, yang bersifat preventif dalam mengurangi pelanggaran lalu lintas dan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di daerah operasi, khususnya Sektor Timur UNIFIL ini,”tegasnya.

Dikarenakan bersifat program inisiatif dan melibatkan seluruh jajaran Kosektor Timur, maka menurutnya harus melalui persetujuan dari Komandan Sektor Timur UNIFIL terlebih dahulu.

“Dansektor Timur, sangat mengapresasi dan mendukung kegiatan RCS ini. Dimulai dari Batalyon Indobatt, secara bertahap akan kita lakukan di seluruh jajaran Kosektor atau akan disesuaikan dengan perkembangan situasi yang ada,” tandas Sony.

Untuk mendukung kegiatan RCS, dirinya menunjuk Kapten Laut (PM) Danang Setiaji, yang sehari-hari menjabat sebagai Officer In Charge (OIC) Traffic, sebagai koordinator kegiatan.

Terkait dengan pelaksanaan kampanye tersebut, Tim RCS akan memfokuskan kepada tiga faktor keselamatan berlalu lintas, yaitu pengemudi, kondisi kendaraan dan lingkungan sekitar.

“Ini sangat penting, karena mayoritas penyebab kecelakaan lalu lintas disebabkan karena tiga faktor tadi. Oleh karenanya, agar terhindar dari kecelakaan setiap pengemudi wajib untuk mempersiapkan diri dan kendaraannya serta memperhatikan lingkungan sekitar, baik sebelum maupun saat berkendaraan,”jelasnya.

Selain faktor-faktor penyebab kecelakaan tadi, tambah mantan Dandenpon Solo ini, dalam RCS juga dijelaskan tentang berbagai aturan-aturan, prosedur dan ketentuan lain baik dari UN, UNIFIL dan aturan setempat yang harus dipatuhi dalam berlalu lintas.

“Mengingat lingkungan kerja UNIFIL adalah lingkungan kerja yang berstandar internasional dan juga biasanya masih-masing negara memiliki budaya berlalu lintas yang berbeda-beda, maka pemahaman tentang aturan ini sangat penting,” terangnya.

“Terlebih UNIFIL Peacekeepers, khususnya prajurit Garuda harus dapat menjadi role model, baik bagi masyarakat Lebanon maupun bagi prajurit lainnya,” tambah lulusan Akmil tahun 2000 ini.

Karena sifatnya kampanye maka kegiatan ini dilaksanakan dengan cara sosialiasi di dalam ruangan.

“Seperti di Indobatt, karena dilaksanakan dalam ruangan rapat Markas (Indobatt), animo para peserta sangat luar biasa dan cukup interaktif, banyak pertanyaan yang diberikan, baik para Perwira, Staf Angkutan dan para pengemudi kepada pemberi materi dari SEMPU,”tuturnya.

Berdasarkan animo tersebut, Sony yang juga lulusan Seskoad tahun 2014 ini berharap agar para peserta yang hadir dapat memahami dan mengimplementasikannya dengan baik, sekaligus menjadi agen keselamatan berlalu lintas saat berinteraksi dengan sesama anggota UNIFIL maupun masyarakat lokal.

“Keselamatan dan keamanan berlalu lintas harus dimulai dari ketaatan dalam menjalankan segala ketentuan yang merupakan wujud disiplin dan harus selalu terpatri bagi setiap prajurit. Disiplin akan menciptakan Zero Accident dan Zero Incident sehingga kita yang tergabung dalam pasukan perdamaian ini dapat menjalankan tugas mulia ini tuntas dan berhasil,”pungkasnya. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel