Dinas Penerangan

1042 Taruna dan Taruni Akmil Menerima Pembekalan Penggunan Medsos

By 25 Mar 2019 No Comments
WhatsApp_Image_2019-03-25_at_15.31.10
#TNIAD #TNI-AD

JAKARTA, tniad.mil.id – Dalam menghadapi era digital dan perluasan informasi, para Taruna dan Taruni Akmil diharapkan bijak dan cerdas dalam menggunakan Media Sosial (Medsos).

Hal tersebut disampaikan Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Arh Zaenudin, S.H., M.Hum., kepada 1.042 Taruna/Taruni Akademi Militer (Akmil) di Gedung Moch. Liliy Rochli Komplek Akmil Magelang, Senin (25/3).

WhatsApp_Image_2019-03-25_at_15.31.11__1_

Diterangkan Kapendam, menurut hasil survey Wearesosial Hootsuite yang dirilis Januari 2019, pengguna media sosial di Indonesia telah mencapai 150 juta orang atau  mencapai 56 % dari jumlah penduduk Indonesia yang 268 juta orang.

“Termasuk 1.042 Taruna/Taruni yang ada dihadapan saya,”ucapnya.

Ditambahkan Kolonel Arh Zaenudin, bahwa fenomena penggunaan media sosial di lingkungan lingkungan TNI AD akan jadi mengkhawatirkan jika prajurit terbiasa meng-upload/meng-share foto/video yang tidak patut atau layak dipublikasikasikan dan dapat menurunkan citra TNI di masyarakat.

“Jangan sampai prajurit yang terkena deman phubbing dan social climber-  yang tidak sesuai dengan norma keprajuritan. Jika ini terjadi maka mereka akan asyik mematutkan dirinya sendiri untuk mengejar popularitas yang tidak sesuai dengan cita-cita dan kejuangan yang diwariskan oleh pendahulu bangsa”ujar Zaenudin

“Jangan sampai prajurit maupun Taruna/Taruni terjebak dalam candu gadget dan haus akan popularitas”, imbuhnya.

Memang benar, ujar lulusan Akmil 1996 ini,  di era digital, prajurit harus melek teknologi dan penggunaan media sosial sudah tidak dihindari lagi,

“Tetapi (Medsos) harus bisa digunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok,”tegasnya

“Seperti yang disampaikan ahli perang dari China Sun Tzu pernah mengungkapkan bahwa ketrampilan terhebat dalam sebuah perang adalah menaklukkan musuh tanpa harus bertempur. Demikian halnya dengan Medsos. Jika digunakan dengan tepat maka kita dapat mempengaruhi orang lain (perang) tanpa harus dengan kekuatan fisik,”tandas Pamen kelahiran Boyolali ini.

WhatsApp_Image_2019-03-25_at_15.31.11 WhatsApp_Image_2019-03-25_at_15.31.10__1_

Lebih lanjut, Zaenudin menjelaskan bahwa ujaran kebencian, hoax (berita bohong), penyebaran paham radikal, teroris dan konten negatif lainnya telah menyebar melalui Medsos dengan sangat massif.

“Medsos bisa jadi salah satu bagian dari strategi perang tersebut, bagi mereka yang memiliki kepentingan dan kemampuan itu,”tegasnya.

“Oleh  karena itu, dengan telah diberikannya sosialisasi  ini, para Taruna/Taruni Akmil dan seluruh prajurit, diharapkan tidak lagi terjerumus dan terbawa arus phubbing dan social climber serta kembali ke Jati Diri Prajurit untuk berperilaku sesuai dengan norma yang berlaku,”tambahnya.

Diakhir penyampaiannya, Kapendam berpesan agar para Taruna/Taruni harus bisa menjadi contoh dan panutan dengan bijak dalam menggunakan media sosial sesuai dengan kebijakan pimpinan baik yang disampaikan langsung maupun melalui Surat Telegram (ST) yang sudah dikeluarkan.

“Saring dulu sebelum sharing, share yang penting-penting, bukan yang penting –sharing, karena jarimu adalah harimaumu”, pungkasnya. (Dispenad)

WhatsApp_Image_2019-03-25_at_15.31.36

Leave a Reply