Kostrad

Gerakan Ekonomi Rakyat, Yonif 511/DY Ajak Warga Kelola Lahan Tidur

Oleh 23 Mar 2019 Tidak ada komentar
Gerakan Ekonomi Rakyat, Yonif 511/DY Ajak Warga Kelola Lahan Tidur
#TNIAD 

JAKARTA, tniad.mil.id,- Guna memberikan nilai tambah bagi masyarakat dalam mencukupi kebutuhan pangan yang terus meningkat, Yonif 511/DY mengajak warga Karang Tengah memanfaatkan lahan tidur agar bernilai ekonomis.

Tersebut disampaikan Danyonif 511/DY Letkol Inf Jadi dalam rilis tertulisnya di Blitar, Sabtu (23/03/2019).

Diungkapkan Danyon bahwa pihaknya mendorong warga agar memanfaatkan tidur yang belum dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan pertanian produktif. Kondisi lahan ini biasanya terbuka atau telah ditutupi tumbuh-tumbuhan yang tidak produktif seperti alang-alang dan semak belukar.

Melalui gerakan yang dimotori Pjs. Pasiintel Lettu Inf Heri Susilo ini, ia berharap pemanfaatan lahan tidur tersebut dapat memberikan dampak positif bagi kelangsungan hidup warga sekitar, terutama dalam meningkatkan produksifitas ekonomi saat ini.

“Seandainya lahan-lahan tidur tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik yang ditanami dengan tanaman produktif dan bernilai ekonomis tinggi, tentu akan memberi nilai tambah, pendapatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Terpisah Lettu Heri menyampaikan bahwa masih banyaknya lahan tidur yang belum dioptimalkan kegunaannya bagi warga sekitar.
“Lahan tersebut masih banyak yang dibiarkan kosong, tanpa dimanfaatkan menjadi lahan produktif, sehingga tidak dapat memberi nilai tambah bagi masyarakat dan bahkan hanya menjadi masalah di masyarakat,’’ tegasnya.

Sementara itu, Lurah Karang Tengah Djujuk Sarbuarno menyambut baik kegiatan yang diprakarsai oleh Yonif 511/DY, dirinya berharap kedepannya tidak ada lagi lahan tidur yang tidak mempunyai nilai ekonomis bagi warganya.

“Dengan memanfaatkan lahan tidur yang ditanami dengan tanaman produktif dan bernilai ekonomis tinggi, tentu akan memberi nilai tambah pada pendapatan ekonomi masyarakat,’’ imbuhnya.

“Saya bersama Pak Babinsa berupaya akan terus melanjutkan program seperti ini dengan memanfaatkan lahan yang tidak produktif menjadi lahan yang produktif, terawat, bersih dan rapi serta dapat bernilai ekonomis,’’ tutupnya mengakhiri. (Dispenad 04/MO).

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel