Dinas Penerangan

Pakan Fermentasi Buatan Serda Mujahidin, Atasi Kelangkaan Ternak di Way Kalam

Oleh 26 Mar 2019 Tidak ada komentar
Pakan Fermentasi Buatan Serda Mujahidin, Atasi Kelangkaan Ternak di Way Kalam
#TNIAD 

JAKARTA,tniad.mil.id – Banyaknya masyarakat di desa binaan yang memiliki ternak sapi dan kambing, namun terkendala pakan, mengetuk hati Bintara Pembina Desa (Babinsa) Way Kalam, Serda Mujahidin, membantu peternak dengan membuat pakan ternak fermentasi.

Hal tersebut disampaikan Dandim 0421/Lampung Selatan, Letkol Kav Robinson Oktovianus Bessei, dalam rilis tertulisnya di Kalianda, Provinsi Lampung, Selasa (26/3/2019).

Diungkapkan Dandim, pada musim tanam seperti sekarang ini hampir semua lahan pertanian ditanami oleh petani, tak terkecuali di Dusun Padan, Desa Way Kalam, dan hal ini menjadi kendala bagi masyarakat yang mempunyai ternak untuk mendapatkan rumput, ditambah lagi sering hujan dan jumlah ternak yang cukup banyak.

“Berawal dari situasi seperti inilah, Serda Mujahidin belajar membantu mengatasi kesulitan para peternak di desa binaan, dengan temuan pakan ternak fermentasi,”ujarnya.

“Saya begitu bangga dengan prajurit saya ini, dia bisa memberi solusi memecahkan persoalan yang dihadapi warga binaan (peternak) dengan hadirnya temuan pakan ternak yang tidak bergantung kepada rumput semata,”ucap Robinson Oktovianus Bessei.

Dirinya pun mengapresiasi langkah Babinsa Serda Mujahidin membantu kesulitan peternak.

“Kita juga punya program Babinsa teladan setiap tiga bulan sekali untuk memacu semangat anggota TNI yang menjadi Babinsa memberikan yang terbaik kepada masyarakat wilayah binaannya,” terangnya.

Sementara itu, Serda Mujahidin mengatakan, selama ini petani peternak mengandalkan pakan yang dicari setiap harinya.

“Pada saat tertentu, seperti pasca musim panen padi dan jagung, petani kerap kesulitan mencari sumber pakan. Ketersediaan rerumputan juga relatif mulai sulit didapatkan,”urainya.

Pria yang bertugas di Koramil Penengahan ini mengajak para peternak membuat pakan ternak hasil fermentasi.

“Pengetahuan membuat pakan ternak fermentasi didapatkan dari hasil berbincang-bincang dengan rekannya, kebetulan peternak di Kecamatan Candipuro dan Sragi, membaca buku serta artikel plus menonton tutorial di YouTube,”jelasnya.

“Awalnya saya mencoba dan berhasil lalu dibagikan kepada peternak yang ada di Desa Way Kalam. Mereka menyambut baik karena sebelumnya peternak belum pernah mendapatkan pembelajaran tentang pakan fermentasi,”terang pria kelahiran 1983 ini.

Menurut Mujahidin, membuat pakan ternak fermentasi mudah. Bahannya bisa apa saja mulai dari jerami, sisa pohon jagung, bunggul sawit, gedebok pisang dicampur garam dan Soc HCS.

“Proses pembuatannya, dengan menghamparkan terpal atau sejenisnya lalu dicacah limbah pohon jagung sampai pada ukuran kecil atau bisa menggunakan juga dengan alat mesin pencacah rumput yang dicampurkan ke dalam cacahan limbah jagung dicampur dedak dan garam sampai rata,”jelasnya.

Suami Sugik Wijayati ini menambahkan, larutan Soc HCS dicampur ke dalam 1 liter air, dan molase secukupnya Kemudian diaduk sampai rata dan didiamkan selama 15 menit sampai 30 menit. Larutan baru tersebut kemudian masukkan ke dalam sprayer dan semprotkan ke dalam bahan-bahan pakan secara merata sambil diaduk.

“Bahan-bahan ini kemudian dicacah lalu diberi campuran obat untuk fermentasi, garam dan juga media gedek bekatul. Bahan yang sudah tercampur ini kemudian disimpan dalam tempat khusus dan ditutup rapat 1 x 24 jam,”urainya.

Lanjutnya, pakan ini semakin lama semakin bagus karena mengandung bakteri yang baik untuk ternak.

“Kalau pun tumbuh jamur tidak berbahaya bagi ternak,” terang prajurit TNI yang baru satu tahun pindah tugas ke Lampung ini.

Dirinya pun menjelaskan, keunggulan dari pakan fermentasi ini, tidak menimbulkan bau yang tidak sedap dan ramah lingkungan.

“Hasilnya pun sungguh menggembirakan, ternak sapi biasanya proses penggemukan butuh sekitar 6 bulan, namun dengan pakan ini ternak sapi sudah gemuk dalam 3 bulan,”tuturnya.

Matsabah, salah seorang warga setempat, yang memiliki hewan ternak jenis kambing, merasa cukup terbantu dengan adanya fermentasi pakan ternak itu.

“Hewan ternak saya (kambing) ada sekitar 53 ekor, dan saya kewalahan untuk mencarikan rumputan segar sebagai pakannya,”tuturnya.

“Alhamdulillah, Saya sangat terbantu dengan pakan fermentasi ini karena sangat meringankan beban dalam mencari pakan hijauan segar. Terima kasih Pak TNI yang telah mendampingi saya dalam membuat pakan fermentasi ini,”pungkas Matsabah. (dispenad)

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel