Dinas Penerangan

Program One Day One Juz Satgas Yonmek 521/DY, Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan serta Wujud Toleransi Prajurit

Oleh 12 Mar 2019 Tidak ada komentar
Program One Day One Juz Satgas Yonmek 521/DY, Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan serta Wujud Toleransi Prajurit
#TNIAD 

JAKARTA, tniad.mil.id,- Guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan para prajurit yang beragama Islam, selama melaksanakan tugas di daerah perbatasan RI-PNG, Satgas Yonmek 521/DY menggalakan kegiatan One Day One Juz.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonmek 521/DY, Letkol Inf Andi A. Wibowo, S.Sos. M.I.Pol, dalam rilis tertulisnya di Merauke, Papua, Selasa (12/3/2019)

Diungkapkan oleh Andi bahwa program One Day One Juz ini diwajibkan kepada seluruh Prajurit Satgas baik yang ada di Kotis maupun pos-pos terluar.

“Mulai dari Tamtama, Bintara, hingga Perwira, yang beragama Islam turut serta mengumandangkan ayat suci Al-Quran setiap malam hari, ba’da Maghrib, minimal satu hari satu juz,” ujarnya.

“Setelah dari pagi dan siang, kita menjalankan pengabdian kepada masyarakat dan negara, maka malam harinya diisi dengan siraman rohani dan dilanjutkan dengan membaca ayat Al-Quran. Bahkan hingga kini ada yang sampai enam kali khatam (membaca ayat suci Al-Quran),” ujarnya.

Menurut Andi A. Wibowo, hal tersebut sangat penting, karena selain menjalankan ibadah juga memohon perlindungan dan Ridho Allah SWT, agar Satgas yang dipimpinnya tersebut dapat menjalankan amanah negara dengan lancar dan aman.

“Juga agar kita diberikan kesempatan dan dapat membantu kesulitan yang dihadapi saudara-saudara kita disini (Papua) dengan baik,” tegasnya.

Secara rutin, lanjut Andi, program yang dimulai sejak minggu pertama kedatangannya di tanah Papua ini, semua anggotanya (yang berada di sekitar Kotis) berkumpul setiap selesai shalat Maghrib di Pos Kotis.
“Alhamdulillah selama tujuh bulan penugasan, segalanya mendapatkan kemudahan dan kelancaran, sehingga kami berkeyakinan bahwa apa yang dilakukan oleh Satgas mendapatkan ridho Allah SWT,” tegasnya.

Demikian juga halnya dengan anggotanya yang beragama non Islam (Kristen, Katolik dan Hindu), menurutnya, dengan tidak mengabaikan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, satuan atau posnya, mereka juga menjalankan ibadah sesuai agamanya masing-masing.

“Apa yang dilakukan oleh seluruh anggota ini, sungguh membuat saya bangga terhadap mereka, sehingga penugasan kali ini membawa hikmah dan makna dari toleransi antar umat beragama di internal Satgas Sendiri,” terangnya.

“Selain anggota yang bertugas di sini, anggota Korum (Komando Rumah) yang tinggal di satuan juga mereka rutin mengadakan pengajian dan membaca surat Yasin. Semoga, program ini bisa menjadi program pembinaan mental yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Dispenad)

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel