Dinas Penerangan

Satgas Yonif 741 Bedah Gubug Reyot Rosalina Jadi Layak Huni

By 30 Mar 2019 No Comments
IMG-20190330-WA0007
#TNIAD #TNI-AD

JAKARTA,tniad.mil.id – Rumah yang dulunya sudah reot dan nyaris rubuh, kini disulap Satgas Pamtas Yonif 741/GN menjadi rumah mungil nan kokoh dan layak untuk dihuni.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 741/GN, Mayor Inf Hendra Saputra S.Sos., M.M., M.I.Pol., dalam rilis tertulisnya, di TTU, Nusa Tenggara Timur, Jumat (29/3/2019).

Diungkapkan Dansatgas, di sela-sela meresmikan bedah rumah ke-5 di Dusun Nelu, Desa Sunsea, Kecamatan Ibenu, pada Kamis (28/3/2019), Satgas Yonif Mekanis 741/GN tidak akan berhenti untuk terus membantu masyarakat, walau dengan segala keterbatasan, bertekad mewujudkannya.

“Sebagai prajurit pelindung rakyat, Satgas Yonif Mekanis 741/GN terdorong oleh rasa kemanusiaan untuk ikut merasakan apa yang dirasakan masyarakat termasuk menyiapkan hunian yang layak,”ujarnya.

Lebih lanjut ditambahkan, rumah ke-5 yang telah selesai dibedah ini milik Yeremias Mangka Teme (61) dan Rosalina Keno (54) yang kesehariannya berprofesi sebagai petani.

“Bangunan awalnya hanya berukuran 3 x 3 meter termasuk memasak dilaksanakan di dalam rumah. Sekarang setelah kita bedah, rumah semi permanen ini berukuran 4 x 6 meter. Di bagian belakang rumah juga dibangun dapur dengan ukuran 4 x 2 meter,”ujarnya.

“Rumah ini menjadi yang kelima dibedah Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN selama bertugas di wilayah perbatasan RI-RDTL,”jelas Hendra Saputra.

Hendra Saputra menjelaskan, bedah rumah milik Yeremias Mangka Teme dikerjakan oleh 8 orang anggota Pos Nelu dibantu masyarakat sekitar dengan lama pengerjaan 14 hari sampai waktu peresmian.

“Peresmiannya pun disaksikan langsung Kepada Desa Sunsea, Lusianus Tuametan, dan Yeremias Mangka Teme dan isterinya,”urainya.

Menurutnya, apa yang dilakukan Satgas ini semata-mata demi kemanusiaan, ketika Satgas melihat masyarakat membutuhkan bantuan, segala upaya dilakukan karena kehadiran TNI (Satgas) untuk membantu kesulitan yang dihadapi masyarakat.

IMG-20190330-WA0006

 

“Bapak dan Ibu yang ada di tempat ini adalah orang tua kami. Sudah menjadi kewajiban kami membantu warga, seperti membedah rumah Bapak Yeremias ini,”terang alumni Akmi 2002 ini.

Sementara itu, Kepala Desa Sunsea, Lusianus Tuametan mengatakan, bedah rumah ini sangat baik dilakukan, selain tepat sasaran mengingat kondisi Bapak Yeremias yang kakinya cacat sejak kecil, perekonomian pun serba pas-pasan.

“Selama ini Bapak Yeremias yang memiliki 3 orang anak yaitu Yolanda Teme, Paulus teme, Theodorus Teme, harus bergantung dengan saudaranya untuk bisa makan,”tuturnya.

“Saya selaku perwakilan Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih dengan apa yang sudah dilakukan Satgas Yonif Mekanis 741/GN. Semoga bedah rumah ini menjadi inspirasi dan dorongan buat kami ikut membantu sesama yang membutuhkan,”tandas Lusianus Tuametan.

Adapun Rosalina dengan mata berkaca-kaca mengucapkan terima kasih kepada Satgas yang telah membangun rumahnya lengkap dengan dapur.

“Seperti mimpi rasanya Pak, tidak pernah membayangkan sekarang memiliki rumah yang bagus dan kokoh,”urainya.

“Saya juga berterima kasih kepada TNI (Satgas) yang membantu pengobatan karena sudah hampir sebulan ini sakit, dan sekarang sudah sembuh kembali,”kata Rosalina.

Dirinya hanya berdoa, segala amal baik yang dilakukan Satgas dapat memberikan kesuksesan dalam menjalankan tugasnya.

“Kami tidak punya apa-apa, hanya doa yang dapat kami panjatkan, sehingga Tuhan memberikan berkat dan jalan kepada Bapak-Bapak TNI yang baik hati,”pungkasnya berlinang air mata.

Perlu diketahui, sebelum melaksanakan bedah rumah ini, personel Pos Nelu dibantu masyarakat juga memperbaiki jalan menuju Dusun Nelu agar material bisa terangkut.

Kondisi jalan yang mendaki dan rusak sejauh 8 km melewati medan yang cukup berat karena jalan terus mendaki, menjadi bagian dari tugas mulia yang diemban prajurit Satgas Yonif 741/GN mewujudkan impian warga yang membutuhkan. (Dispenad)

Leave a Reply