Kodam IV/Diponegoro

Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga, Kodim Jogyakarta Adakan Simulasi Tanggap Bencana

By 18 Mar 2019 No Comments
bra1
#TNIAD #TNI-AD

JAKARTA, tniad.mil.id – Simulasi Kampung Tanggap Bencana (KTB) diprakarasai Kodim 0734/Yogyakarta untuk meningkatkan SDM di bidang penanggulangan bencana dan kesiapsiagaan masyarakat baik pra maupun pasca bencana di Mergangsan.

Tersebut disampaikan Dandim 0734/Jogyakarta, Letkol Inf Wiyata Sempana Aji, dalam rilis tertulisnya, di Jogyakarta, Senin (18/3/2019).

Diungkapkan Dandim, adanya kampung tanggap bencana merupakan suatu pendekatan yang dilakukan TNI, agar masyarakat di suatu wilayah atau kawasan yang memiliki suatu resiko bencana, selalu memiliki kesiapsiagaan dan mitigasi terhadap terhadap resiko bencana.

“Ada sejumlah kawasan di perkampungan yang termasuk beresiko bencana alam maupun sosial dan di Jogyakarta sendiri ada bencana terkait aktivitas gunung dan banjir,”ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut jelas Wiyata Sempana Aji, 15 orang anggota Kodim 0734/Yogyakarta dipimpin Danramil 06/Mergangsan Mayor Inf Sutrisno mengikuti simulasi Kampung Tangguh Bencana (KTB), di Keparakan Lor, Mergangsan, Yogyakarta, Minggu (17/3/2019).

“Simulasi ini bertujuan melatih masyarakat agar memahami segala tindakan yang dilakukan apabila terjadi bencana alam di wilayah Mergangsan, sehingga apabila benar-benar terjadi bencana dapat meminimalisasi kerugian nyawa maupun materiil,” tegasnya.

Dalam simulasi ini tambah Wiyata, diterjunkan sedikitnya 15 personel prajurit Kodim beserta Koramil 06/Mergangsan, BPBD, Polri serta masyarakat, diskenariokan seolah-olah telah terjadi bencana erupsi merapi secara mendadak di tengah-tengah aktivitas warga hingga mengungsi ke tempat penampungan sementara.

“Tim yang diterjunkan dengan sigap langsung memberikan pertolongan dan penanganan kepada para warga yang kena dampak bencana,” terangnya.

“Dengan simulasi ini pula diharapkan sinergitas TNI-Polri dan masyarakat senantiasa terjalin baik dalam menangani suatu bencana alam,”imbuh Wiyata Sempana Aji.

Sementara itu, Danramil 06/Mergangsan Mayor Inf Sutrisno menjelaskan bahwa melalui latihan penanggulangan bencana alam seperti ini dapat dijadikan wadah menjalin persaudaraan yang lebih erat dengan komponen masyarakat.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk melatih kesiapsiagaan aparat dan masyarakat, meningkatkan kerja sama dan keterpaduan antar unsur dalam penanganan dan penanggulangan bencana alam yang kejadiannya tidak dapat diduga dan dampaknya tidak dapat diperhitungkan,” tuturnya.

Ditambahkan Danramil Mergangsan, warga sangat antusias dalam mengikuti latihan ini. Semua melakukan kegiatan dengan semangat sehingga terlihat seperti kejadian sungguhan.

“Ketika ada warga diangkat dengan tandu oleh tim Kampung Tanggap Bencana saat latihan evakuasi, ada yang tertawa-tawa karena tubuhnya diangkat. Ada pula yang menjerit pelan akibat takut terjatuh saat latihan evakuasi,” tukasnya.

Sutrisno berharap, melalui kegiatan ini, warga dapat membagikan ilmu dan pengalaman penanganan bencana ke masyarakat lain. “Warga yang ikut disini menjadi pioner bagi warga lain sekaligus berbagi ilmu dan pengalaman untuk semua,” pungkasnya. (Dispenad)

Leave a Reply