Kostrad

Cegah DBD,Satgas Yonif 725/WRG Fogging Kampung Workwana

Oleh 26 Apr 2019 Tidak ada komentar
Cegah DBD,Satgas Yonif 725/WRG Fogging Kampung Workwana
#TNIAD 

JAKARTA, tniad.mil.id,- Dalam upaya mencegah dan memutus rantai penyakit Demam Berdarah (DBD), Satgas Yonif 725/WRG memberikan layanan fogging kepada warga Kampung Workwana, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom.

Hal tersebut dikatakan Komandan Satgas (Dansatgas) Yonif 725/Woroagi Letkol Inf Hendry Ginting S., S..I.P dalam rilis tertulisnya di Papua, Jumat (26/4/2019).

Disampaikan Hendry bahwa kemampuan anggota Satgas di bidang kesehatan telah dibekali saat pelaksanaan pratugas di Homebase terutama mereka yang tergabung dalam Pleton Kesehatan (Ton Kes).

“Sebagai anggota yang telah dibekali dengan spesifikasi kesehatan harus bisa membantu dan melakukan, membina dan melaksanakan pencegahan kesehatan secara preventif dan edukatif demi mewujutkan masyarakat yang sehat secara pribadi dan lingkungan disekitarnya,’’ungkapnya.

Menurutnya kegiatan fogging yang dilakukan dalam rangka mencegah penyakit DBD tersebut dilakukan juga dalam rangka memperingati hari Malaria Se-Dunia yang jatuh pada Kamis (25/4/2019).

‘’Dalam rangka World Malaria Day (Hari Malaria Sedunia) ini, anggota dari Pos Kout melakukan fogging sembari mensosialisasikan pentingnya hidup bersih dan mencintai lingkungan,’’ ujarnya.

“Khususnya di wilayah Arso Timur menjadi prioritas kita karena wilayah tersebut merupakan daerah yang mempunyai kerawanan terjangkit malaria,’’ pungkasnya.

Kegiatan yang langsung dipimpin oleh Dokter Satgas Yonif 725/Woroagi Letda Ckm Muh. Wira Brimanniko tersebut turut dibantu pula oleh dua orang anggota Ton Kes diantaranya Sersan Mayor Haryanto dan Kopral Dua Swenglie.

Dr. Wira mengatakan petugas kesehatan Pos Arsotami sebagai anggota yang langsung bersentuhan dengan masyarakat tentunya tidak menginginkan warganya terserang penyakit mematikan tersebut, oleh karena itu, ia berinisiatif untuk melakukan fogging atau pengasapan di wilayah Arso Timur tepatnya di Kampung Workwana.

“Pencegahan ini dilakukan untuk menghindari gigitan nyamuk Anopheles dan yang perlu kita waspadai, yang mana nyamuk jenis ini akan aktif pada waktu pagi hingga sore hari, sehingga untuk menghindari jangan tidur pada waktu tersebut, bila terpaksa pakailah kelambu,’’pungkasnya.

Terpisah, salah satu warga Piter (41) warga kampung Workwana mengatakan dirinya menyambut gembira atas keterlibatan TNI AD khususnya Satgas Yonif 725/Woroagi dalam mencegah dan memberantas penyakit Malaria.

“Terima kasih kepada bapak-bapak TNI, sempat takut kalau anak saya terjangkit penyakit malaria, untungnya ada bapak-bapak dari pos Arsotami yang telah melakukan fogging di rumah saya,” tutupnya.(Dispenad).

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel