ArtikelTips Kesehatan

Haruskah Rezeki Dikejar ?

Oleh 29 Apr 2019 No Comments
#TNIAD 

Bismillah, Dalam Kehidupan Rezeki kita sudah ditentukan Allah Yang maha kuasa. Setiap manusia yang lahir di dunia ini sudah ditentukan rezeki, ajal, celaka juga bahagianya. Rezeki setiap manusia sudah ditakdirkan Sang pencipta. Oleh karenanya tidak mungkin si B mengambil atau mendapatkan rezeki kecuali yang telah ditakdirkan untuknya. Tidak akan mungkin si B mengambil rezeki yang telah ditetapkan Penciptanya untuk si C. Begitu pula sebaliknya, Percayalah Rezeki setiap mahluk juga sudah dijamin oleh Allah, Lalu mengapa banyak orang yang masih susah? Bekerja siang dan malam untuk mencari rezeki.

Pertanyaannya kalau rezeki sudah dijamin Allah Yang maha kuasa harusnya kita tidak perlu bersusah payah bekerja, kan nanti rezeki akan datang dengan sendirinya. Benarkah begitu?

Jawabnya Tidak, untuk memasukkan makanan yang terhidang di meja makan di depan kitapun, kita harus usaha menggunakan tangan atau sendok untuk memasukkannya ke dalam mulut Kita. Artinya, Sepanjang kita ikhlas dan mau bekerja keras Insya Allah rezeki pasti datang menyusul.

Rezeki yang diberikan oleh Allah harus dinikmati secara wajar. Bersyukur saat menerima rezeki berlebih dan tidak mengeluh jika rezeki sedang kurang. Rezeki yang diberi Oleh Yang maha Kuasa pada setiap manusia adalah sesuai kebutuhannya bukan sesuai keinginannya. Pahamilah, Keinginan manusia tidak terbatas dan belum tentu yang kita inginkan itu lebih baik, sementara Sang pencipta mengetahui apa yang terbaik buat kita. Hidup itu sendiri adalah anugerah, kesehatan dan kebahagiaan adalah berkah. Dengan memiliki kedua hal tersebut kita wajib bekerja keras serta selalu bersyukur dan bermanfaat bagi manusia lainnya.

Intinya Rezeki harus dicari tapi bukan dikejar setengah mati. Akhirat adalah tujuan utama kita. Jika mengejar rezeki dalam hal ini harta kekayaan tanpa rasa takut pada Yang maha kuasa dan menghalalkan segala macam cara maka rezeki itu akan menjadi haram, tidak berkah dan berbalik menyerang pemiliknya lewat bencana, penyakit maupun dosa.

Semoga kita dapat merenunginya serta mengaplikasikannya ke dalam kesehariannya kita..

Semoga kita semua dapat selalu bersyukur, dan menjadi manusia tangguh fisik maupun pikiran. Supaya tetap tabah, kuat serta focus pada tujuan utama kita, meski hambatan prosesnya tak mudah tetapi yakinilah, bahwa kita mampu melewatinya.

Dan di penghujung bulan sya’ban sebelum memasuki bulan suci ramadhan, Apabila Kami dalam sikap, kata maupun tulisan kurang pas serta banyak kesalahan dan menyinggung hati teman, saudara semua. Untuk itu sudilah membukakan hati untuk memaafkan. (Seiring terbenam mentari di akhir Sya’ban, Berganti, menyambut Ramadhan yang suci. Banyak dari kami selama ini berbuat hilaf, banyak sikap yang kurang pantas, banyak kata maupun tulisan yang tidak berkenan dihati. Pesan ini sebagai ganti jabat tangan, untuk ucapan. Marhaban ya Ramadhan mohon maaf lahir dan batin).

Semoga bermanfaat

Terkait

Komentar