Kostrad

Kodim Jembrana, Satgas 741/GN dan BPBD Jalin Kerjasama Mitigasi Bencana

Oleh 27 Apr 2019 Tidak ada komentar
Kodim Jembrana, Satgas 741/GN dan BPBD Jalin Kerjasama Mitigasi Bencana
#TNIAD 

JAKARTA, tniad.mil.id,- Guna melatih kesiapsiagaan TNI khususnya operasi penanggulangan bencana mulai tahap perencanaan hingga pelaksanaan operasi bencana, Satgas 741/GN, Kodim Jembrana dan BPBD melakukan latihan simulasi dan kesiapsiagaan bencana alam di Markas Komando (Mako) Yonif Mekanis 741/GN.

Hal Tersebut dikatakan Komandan Kodim (Dandim) 1617/Jembrana Letkol Kav Djefri Marsono Hanok dalam rilsi tertulisnya di Kabupaten Jembrana, Bali Sabtu (274/2019).

Dikatakan Dandim bahwa kegiatan yang berlangsung pada Jumat (26/4/2019) tersebut bertujuan untuk melatih para prajurit dan instansi terkait lainnya agar selalu siap sedia saat terjadinya bencana alam,

‘’Kita harus belajar dan berlatih mulai dari sekarang, simulasi ini menjadi bekal agar nantinya bila ada bencana alam seperti gempa bumi, kita mengerti mekanisme siapa dan berbuat apa,’’ ujarnya.

“Selain dari TNI (Satgas 741/GN dan Kodim) latihan ini juga diikuti BPBD dan Pos SAR Jembrana sehingga nantinya, sebagai pasukan yang paling awal diturunkan, mereka memiliki sinergitas dalam mengatasi bencana yang terjadi,’’terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan Djefri pelaksanaan latihan diawali dengan upacara pembukaan latihan dilanjutkan dengan penjelasan materi singkat dan pelaksanaan simulasi yang langsung dipimpin oleh kepala BPBD Jembrana, I Ketut Eko Susila A.P.

‘’Kita simulasikan keadaan saat gempa terjadi, ditandai dengan bunyi sirine tanda bahaya bencana maka seketika itu pula Perwira Jaga (Pa jaga) menlaporkan kejadian kepada Komandan Jaga (Danjaga) Kesatrian dengan Ton Komunikasi tentang adanya bencana alam gempa bumi di asrama melalui HT,’’ ungkapnya.

‘’Saat diperanggapkan adanya korban terjebak di bangunan, maka petugas kesehatan yang diperankan Ton Kesehatan Yonif dan BPBD langsung mendatangi TKP dengan mobil ambulance,’’ lanjutnya.

Dalam simulasi penanganan korban tersebut, lanjut Dandim, Tim Kesehatan gabungan dan prajurit yang diperbantuakan dengan menggunakan alat seadanya berhasil menyelamatkan korban yang terjebak didalam reruntuhan.

‘’Setelah berhasil diamanakan dan dievakuasi, para korban yang teridentifikasi sejumlah 10 orang dibawa ketempat yang aman untuk diadakan perawatan medis yang selanjutnya dikirim ke rumah sakit terdekat RSU Negara untuk mendapatkan penanganan medis yang serius,’’ jelasnya.

“Setelah kegiatan selesai kita berikan evaluasi dan masukan kepada seluruh anggota yang terlibat,’” lanjutnya.

“Kita harus selalu waspada dan jangan menyepelekan latihan simulasi ini, jadikan ini sebagai pembelajaran agar nantinya kita selalu siap sedia dalam tugas dan siap, bila ada kejadian bencana alam yang sesungguhnya,’’ pungkasnya. (Dispenad).

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel