Kodam IX/Udayana

Nenek Siti Aisyah Tinggal di Gubuk Nyaris Roboh, Kodim 1608/Bima Beri Bantuan.

Oleh 30 Apr 2019 Tidak ada komentar
Img 20190430 Wa0015
#TNIAD 

JAKARTA, tniad.mil.id – Sebagai Aparat Teritorial, peka dan peduli akan masyarakat binaan diwujudkan prajurit Kodim 1608/Bima, dengan memberikan bantuan sembako kepada seorang nenek bernama Siti Aisyah yang hidup dengan kondisi sangat memprihatinkan.

Hal tersebut disampaikan Dandim 1608/Bima, Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra, dalam rilis tertulisnya di Bima, Nusa Tenggara Barat, Selasa (30/4/2019).

Diungkapkan Dandim, dalam memberikan bantuan ini, jajarannya (Koramil 04/Woha) menyambangi rumah nenek Ina Sei, panggilan akrab Siti Aisyah Abubakar, yang sudah berumur 80 tahun, yang tinggal di Dusun Bente Desa Ngali, Kecamatan Belo, Senin (29/4/2019).

“Kedatangan prajurit dipimpin Danramil Woha, Kapten Kav Sukahar bersama Bati Tuud Koramil dalam rangka menyerahkan bantuan kepada Nenek Sei berupa beras, gula pasir dan kopi,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, penyerahan bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian Kodim kepada warga binaanya yang sangat membutuhkan pertolongan.

“Ini sebagai bentuk kepedulian kami (Kodim Belo) terhadap warga binaan yang ada di desa binaan yang hidupnya pra sejahtera,” urainya.

“Sudah menjadi kewajiban kita untuk membantu saudara yang membutuhkan, apalagi Nenek Ina Sei sudah uzur dan tidak kuat lagi untuk mencari nafkah,” jelas Bambang Kurnia Eka Putra.

Sementara itu Kapten Kav Sukahar mengatakan, prajurit Koramil Woha setiap hari aktif melaksanakan komunikasi sosial dengan masyarakat binaan, sehingga setiap permasalahan yang ada di desa cepat diketahui dan membantu masyarakat untuk menemukan penyelesaiannya, minimal solusi yang harus diberikan.

“Melihat kondisi rumahnya sangatlah memprihatinkan karena sebagian tak berdinding dan hanya ditutupi kain bahkan nyaris roboh, kita akan semaksimal mungkin kedepannya untuk membantu dan meringankan beban sang nenek dengan merehab rumahnya menjadi layak huni,” terangnya.

Aisyah menuturkan, untuk kebutuhan sehari-hari saja dirinya hanya bisa mengandalkan bantuan dari tetangga. Karena gubuknya tidak ada kamar mandi dan toilet, ia pun memanfaatkan air parit yang berjarak sekitar lima meter dari gubuknya.

“Saya begitu berterima kasih dikunjungi tentara yang memberikan bantuan sembako, Bapak-bapak tentara (kodim) begitu baik kepada warga yang membutuhkan bantuan,” pungkasnya penuh haru. (Dispenad)

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel