Tips Kesehatan

Pengalaman Seperti Apa yang Benar-benar Menjadi Guru

Oleh 24 Apr 2019 April 29th, 2019 No Comments
#TNIAD 

Bismillah, Dalam kehidupan PENGALAMAN ADALAH GURU YANG TERBAIK?

Orang umumnya berpikir dan mengatakan atau berasumsi demikian, pengalaman adalah guru yang terbaik. Benarkah hal itu? Jawabannya belum tentu alias tidak selalu.

Banyak orang usianya sudah dewasa bahkan orang tua, dan pengalamannya lebih banyak, tapi terlihat tidak dewasa. Banyak orang dewasa sifat dan sikapnya kekanak-kanakan. Sebaliknya, banyak yang usianya masih muda, tapi pikiran dan sikapnya bijaksana, lebih dewasa dan lebih matang dari yang lebih tua. Jadi usia dan pengalaman bukan ukuran. Itu hanya penunjang.

Lalu, pengalaman yang bagaimanakah yang menjadi guru terbaik itu?

Jawabannya adalah pengalaman yang direnungkan, pengalaman yang dipikirkan, pengalaman yang dijadikan pelajaran untuk merubah dirinya sehingga semakin banyak pengalamannya, semakin bertambah usianya, semakin dewasa dalam banyak hal dan matanglah ia sebagai hasil pelajaran dari kesalahan-kesalahanya.

Kalau hanya sekedar bertambah usia atau umur, sekedar bertambah pengalaman, tapi tidak pernah berpikir, tak pernah merenung dan introspeksi, tidak suka belajar dari kesalahannya, meskipun usianya 60, 80, 100 tahun tetap saja tidak akan dewasa.

Jadi usia belum tentu bahkan bukan ukuran kedewasaan dan kematangan seseorang. Pengalaman belum tentu menjadi guru terbaik.

Contoh orang tua yang tidak dewasa adalah yang sering membanggakan usianya atau senioritas dll di hadapan yang lain. Karena di bawah sadarnya ia merasa tidak punya kualitas yang lain, sementara ia tidak mau kalah atau ingin dihormati, maka usialah yang ditonjolkan dan dijadikan ukuran kehormatan, kebenaran bahkan kemenangan dirinya. Terlepas pendapat dan caranya itu tidak benar semua. Ini menyedihkan.

Mari menjadi dewasa, arif bijaksana disaat usia masih muda dan akan bertambah seiring sudah menua.

Semoga bermanfaat

Komentar