Kostrad

Alami Stroke, Warga PNG Dievakuasi Satgas Yonif 328

Oleh 05 Mei 2019 No Comments
Img 20190505 Wa0014
#TNIAD 

JAKARTA, tniad.mil.id – Seorang warga Papua Nugini yang mengalami stroke dievakuasi Satgas Pamtas Yonif 328/DGH
ke Puskesmas Skouw.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 328/DGH, Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos.,M.Tr (Han), dalam rilis tertulisnya di Skouw, Papua, Minggu (5/5/2019).

Diungkapkan Dansatgas, kejadian ini terjadi pada Sabtu (4/5/2019) ketika 3 (tiga) prajuritnya Lettu Ckm Rizky, Koptu Timbul dan Praka Fatakul dimintai tolong oleh seorang warga bernama Bapak Billy.

“Bapak tersebut (Billy) meminta tolong kepada Satgas untuk mengantarkan karyawannya, Sony Jolly Maleachy (47), warga negara PNG yang terkena sakit stroke,” ujarnya.

“Melihat kondisi tersebut, tanpa berpikir panjang ketiganya langsung menyiapkan kendaraan ambulance milik Satgas untuk mengevakuasi Sony ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan,” tambahnya.

Dilanjutkan Erwin Iswari bahwa sakitnya Sony bermula, tiga hari yang lalu terjatuh di kamar mandi dan tidak sadarkan diri.

“Menurut penuturan Billy, sebelumnya Sony sudah dibawa ke Rumah Sakit PNG di daerah Wiwiek, namun sampai saat ini tidak ada perubahan dan kondisinya malah bertambah parah, sehingga Bapak Billy yang tinggal di Indonesia meminta bantuan Satgas untuk mengevakuasinya ke Jayapura,”terangnya.

Baca juga:  Mayjen Joppye, Putra Daerah Pertama yang Jadi Pangdam di Papua

Setelah mendapat perawatan dari Puskesmas Skouw tegas Erwin, kemudian pasien dirujuk ke Rumah Sakit Dian Harapan untuk mendapatkan proses medik lebih lanjut,”imbuhnya.

“Syukurlah Bapak Sony dapat segera dievakuasi dan diberikan pertolongan dengan cepat,” tuturnya.

“Walaupun bertugas menjaga perbatasan, Satgas selalu mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, apapun kesulitan warga akan kami prioritaskan karena itulah bentuk kepedulian dan wujud kemanunggalan TNI-Rakyat,” tandas alumni Akmil 2002 ini.

Sementara itu, Bapak Billy mengucapkan terima kasih kepada Satgas atas bantuan mengevakuasi karyawannya.

“Kalau TNI (Satgas) tidak ada disini, mungkin sangat sulit bagi saya mengevakuasi Sony,”katanya.

“Terima kasih atas bantuan tenaga dan ambulancenya, kehadiran TNI selalu membantu kesulitan warga,”pungkasnya. (Dispenad)

Berita Terkait

Komentar