Kostrad

Bersama RRI, Satgas Yonif 328 Sapa dan Bangun Sinergi Warga Jayapura*

Oleh 01 Mei 2019 Tidak ada komentar
Img 20190501 Wa0003
#TNIAD 

JAKARTA, tniad.mil.id – Berkolaborasi bersama Radio RRI, Satgas Pamtas Yonif 328/DGH menyapa dan bangun sinergi warga Jayapura.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 328/DGH, Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M. Tr (Han), dalam rilis tertulisnya di Keerom, Papua, Rabu (1/5/2019).

Diungkapkan Dansatgas, kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (30/4/2019) ini merupakan salah satu program dari RRI Jayapura yaitu “TNI Menyapa” yang bertujuan untuk mengenalkan TNI kepada warga Jayapura

“Melalui program ini Satgas ingin menjelaskan kepada masyarakat, kehadiran TNI (satgas) di Tanah Papua untuk melindungi dan menjaga wilayah perbatasan,”ujarnya.

Pada program TNI menyapa kali ini, tambah Dansatgas, menghadirkan nara sumber Kapten Inf Bagus Wahyu yang sehari-harinya menjabat sebagai Pasi Intel Satgas Yonif PR 328/DGH.

“Kita (Satgas) menjelaskan tugas pokok dalam menjaga patok-patok perbatasan dan program yang bersentuhan dengan masyarakat seperti bakti sosial dan menjadi guru pembantu di sekolah-sekolah,”jelasnya.

“Kami juga menghadapi kerawanan-kerawanan di perbatasan seperti peredaran barang-barang ilegal dan peredaran barang terlarang seperti narkoba dan tidak menutup kemungkinan terjadinya gangguan dari kelompok separatis,” terang Erwin Iswari.

Acara yang berlangsung selama 30 menit tersebut, kata Erwin, dijelaskan bahwa selama bertugas, personel Satgas juga melakukan patroli-patroli dan sweeping.

“Tujuannya tentu untuk memperkecil dan mempersempit ruang gerak dari para pelaku ilegal maupun pengedar dengan rutin melakukan sweeping dengan waktu yang tidak ditentukan dan juga menyisir jalan-jalan tikus dengan patroli-patorli di sekitar wilayah perbatasan,” tambahnya.

Sementara itu, Kapten Inf Bagus Wahyu dalam penjelasannya berpesan, agar masyarakat juga turut membantu dan mengamankan wilayah perbatasan sebagai pintu terdepan wilayah RI.

“Mari kita sama-sama menjaga bumi Papua dari masuknya barang-barang ilegal dan barang-barang terlarang, khususnya narkoba karena barang haram ini sama sekali tidak ada manfaatnya dan sangat berbahaya,” pungkasnya. (Dispenad)

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel