Tips Kesehatan

Berusaha Untuk Ikhlas (sulit? Berusahalah terus Sampai bisa Ikhlas)

Oleh 28 Mei 2019 Juni 8th, 2019 Tidak ada komentar
Berusaha Untuk Ikhlas (sulit? Berusahalah terus Sampai bisa Ikhlas)
#TNIAD 

Bismillah, Sedih sekali rasanya bulan Ramadhan kali ini.

Saya tidak heran kalau dibeberapa pekerjaan saya mungkin menurun. Biasa itu, hidup ini terkadang di atas atau sebaliknya terkadang di bawah. Waktu di atas jangan sombong, ketika di bawah janganlah berkecil hati. Tetapi, saya harus tetap semangat dan berjuang dengan maksimal kemampuan demi keluarga dan sisa kehidupan yang Tuhan (Allah SWT beri) pada saya.

Di sini saya tak akan Menulis tentang apa yang membuat saya bersedih, biarlah hanya saya dan Tuhan (Allah SWT) yang tahu. Saya hanya ingin berbagi satu pemikiran, yang saya harapkan betul mampu memotivasi siapapun yang nanti membaca tulisan ini.

Saya paling suka bermain dengan anak-anak, apa lagi ketika kejenuhan hidup itu datang.

Tapi paling nyesek rasanya kalau ada anak yang nanya “Om (Kalo dia anak tetangga saya) atau pak, matanya bapak kenapa? Kok nggak sama kayak mata dedek?”  Kalau ditannya begitu biasanya saya menerangkan dengan bahasa yang sederhana; “Mata bapak dia sakit, nggak kayak mata Nada, (Rizki anak saya yang sering saya ajak main), matanya Nada kan sehat. Sehat nggak?” tanya saya. “Sehat pak.” jawabnya.

Saya tidak marah dengan pertanyaan itu. Saya hanya merasa sedih. Kemudian saya membandingkan diri saya dengan Nada, dan manusia-manusia lain di sekitar saya yang fisiknya normal. Saya pikir mengapa mereka tak bersyukur? Bukankah Tuhan (Allah SWT) telah begitu baik kepada mereka? Dikaruniakan-Nya mereka mata yang bisa melihat dunia. Dikaruniakan-Nya mereka kulit yang bagus, wajah yang tampan/cantik, otak yang berfungsi dengan baik, dan banyak lagi yang Ia karuniakan untuk mereka secara gratis dan cuma-cuma. Tapi apakah mereka bersyukur?

Kalau iya, seberapa besar syukur mereka? Saudara, ayo kita bersyukur. Coba renungkan sejenak, saja. Berapa banyak yang Tuhan telah berikan untuk kita? Berapa banyak?

Mengapa kita masih kurang bersyukur? Masih malas beribadah? Masih menyia-nyiakan bulan rahmat ini? Kenapa kita masih mengeluh tentang kehidupan kita. Saudara, coba kalian lihat saya (lihat foto profil saya, ikuti perjalanan hidup yang saya tulis di sini, atau bagi kalian yang betul-betul mengenal saya, lihat saya! Lihat dan perhatikan). Lihat, dan bandingkan saya dengan kalian.

Apakah kalian tahu atau bisa melihat wajah ibu kalian? Jawablah dengan hati.

Apakah kalian tahu wajah ayah kalian? Jawab dengan hati.

Apakah kalian bisa melihat wajah istri, suami, anak, dan isi dunia Ini? Jawablah dengan jujur.

(Sekarang giliran saya yang akan jawab pertanyaan tersebut dengan kejujuran pula)

Apakah saya bisa melihat rupa wajah ibu yang melahirkan saya ke dunia? Jawabnya, tidak.

Apakah saya bisa melihat atau tahu wajah bapak saya? Jawabnya tidak.

Apakah saya tahu wajah istri saya, Anak saya, dan apakah saya bisa melihat isi dunia ini? Jawab Saya tidak tahu.

Masih banyak yang tidak bisa saya ketahui di dunia ini, meski begitu saya harus tetap bersyukur. Saya harus tetap semangat juga ikhlas menerimanya, Walaupun cara syukur saya itu tidak sempurna. Tetapi, hakekatnya manusia itu tak ada yang sempurna.

Tetapi saya mengajak dalam tulisan ini, baik saya, dan semuanya, ayo kita bersyukur. Bersyukurlah dalam setiap hela nafas  kita, karna nafas yang masih terhela lancar itupun adalah nikmatNya.

Mari, renungkan apa yang saya tulis di atas! Lalu, mulailah bersyukur dan ikhlaslah akan keadaan kita saat ini.

Semoga bermanfaat

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel