Tips Kesehatan

Kekuatan Do’a Hadirkan Keadilan Allah

Oleh 07 Mei 2019 Juni 8th, 2019 Tidak ada komentar
Atasi Sakit Kepala Sebelah  Dengan  Alami
#TNIAD 

Bismillah, Sekedar berbagi pengalaman bukan berharap belas kasihan, tetapi supaya selalu bisa bersyukur.

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling ditunggu oleh umat muslim. Agar setiap anggota keluarga dapat menjalankan dan memaknai bulan yang penuh rahmat ini, banyak anggota keluarga yang sudah mempersiapkan segala sesuatunya dari jauh hari.

Tak terkecuali saya seseorang yang beda dari orang pada umumnya.

“Hadi, sudah mempersiapkan untuk Ramadhan yang akan kita laksanakan dua bulan lagi.” pertanyaan oleh salah satu shahabat saya ketika kita berbincang santai dirumahnya.

Tahun 2013 awal saya usaha jualan kerupuk khas Bangka Belitung keliling, saya mulai jualan dari pagi hari sampai sore hari.

Ketika datang Bulan Ramadhan, jadwal jualan saya dari jam 13.00 WIB siang sampai sore hari. Sebab pagi dan dimalam hari saya fokus bersama keluarga untuk memaksimalkan ibadah, mulai dari sholat berjamaah, mendengarkan ceramah dan mempelajari ilmu lainnya.

Untuk menjalankan rangkaian kegiatan Ramadhan Kami harus jalan kaki kurang lebih satu kilometer untuk bisa ke masjid karena kontrakan yang kami tempati memang posisinya terlalu ke dalam dan jauh dari masjid atau mushola waktu itu.

Masih banyak got atau parit yang masih terbuka, ketika Kami hendak ke masjid sering kaki terplosok di parit, sehingga kami tidak bisa ikut sholat berjamaah karenanya. Berapa kali pindah kontrakan, lokasinya hampir sama seperti kontrakan sebelumnya.

Jika membahas hati kami, sebenarnya kami menangis tetapi sudah menjadi kehendak takdir Kami diberikan anugerah seperti ini.

“Kok anugerah sih kondisi seperti ini?”

Semenjak saya bisa mengenal dunia, dapat mempelajari, memahami kehidupan ini, Saya tidak pernah berpikir lagi bahwa kebutaan (tunanetra) yang saya sandang dari usia 5 tahun ini adalah musibah.

Saya berusaha menghilangkan pikiran bahwa tunanetra yang saya alami adalah penghambat langkah saya untuk dekat, untuk selalu ingat serta menjalankan kewajiban dari Allah Yang Maha Kuasa dan tidak putus asa untuk menjemput rezeki darinya.

Justru sebaliknya saya harus bisa maksimal untuk di jalan yang di ridhoi-Nya. Dan saya percaya sang pencipta akan beri kemampuan pada saya.

Jujur saya sangat sulit menghapus hal ini dari pikiran saya, apa lagi ketika Ramadhan datang pertanyaan perasaan tidak adil itu muncul setiap saat. Karena usaha jualan saya keliling dan karena  kondisi jalanan yang luar biasa macetnya tidak jarang saya sholat trawih di masjid yang dapat saya temukan di perjalanan ketika jualan.

Pada saat itu saya sering merenung, dan saya bertanya pada diri ini kenapa saya seperti ini, kenapa saya tidak seperti mereka. Saya untuk mencari rezekimu ya Allah saya harus menelusuri jalanan dengan segala resikonya, tersenggol kendaraan, menabrak kendaraan yang sedang parkir, dianggap pengemis dan segala kepahitan lainnya. Ingin sholat berjamaah saja sangatlah sulit saya lakukan.

Setiap Ramadhan datang dan ketika untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan bersama keluarga tidak dapat maksimal saya lakukan, pertanyaan ini selalu muncul. Saya sadar saya harus menghapus ini dari pikiran saya.

Bagai mana caranya? Salah satunya dengan istiqfar, meminta ampun atas segala khilaf.

Saya masih ingat perkataan salah satu guru terapi saya diwaktu masih belajar dulu, beliau pernah berucap Jika kita di dunia dan hidup dalam keadaan tidak dapat melihat. Berarti kita harus berusaha ikhlas hati, pikiran, dan selalu belajar memaksimalkan indra yang lain untuk menjadi pengganti mata. Sadarilah bahwa mata itu bukan kunci utama untuk kita menjadi manusia yang utuh. Berusahalah melihat dunia, mencari rezeki, berkarya dengan indra lainnya.

Sulit memang, tapi saya yakin optimis mampu menjalaninya. Dan setiap ramadhan datang ketika saya tidak dapat beribadah maksimal bersama keluarga, ketika pikiran mengapa, kenapa dan harus bagaimana caranya agar saya ikhlas menerima keadaan ini. Hanya berdo’a yang saya lakukan. Ketika sholat baik 5 waktu maupun sunah. Saya,  selalu berdo’a agar kami sekeluarga dapat bersama-sama maksimal menjalani ibadah terutama di bulan Ramadhan suatu saat nanti.

Saya memang yakin dan percaya 100% Allah akan kabulkan do’a saya.

Karena do’a yang ikhlas tak pernah henti dan disertai usaha yang maksimal, suatu saat akan terwujud.

Pada pertengahan 2017 tepatnya bulan Mei produk yang saya jual mengalami kenaikan harga. Jika sebelum-sebelumnya naik, tetapi hanya Rp. 100 sampai Rp. 200 per item.

2017 naiknya tidak tanggung-tanggung per item naik Rp. 2000 sampai Rp.5000. Padahal saya ambil untung dari perbungkus itu Rp. 500 sampai 1000. Yang dari pabrik 9500, saya jual kembali, 10000,  dan yang dari pabriknya 14200, saya jual Rp. 15000, .

Bulan Mei 2017, yang harga 9500 naik jadi 11200, dan yang per itemnya harga pabrik  14200,  naik  18200. Saya sempat mencoba bertahan tetap jualan hanya saya putuskan untuk ambil untung 500 per bungkusnya saja, yang penting lancar “pikir saya waktu itu”.

Tetapi keadaan berkata lain, bukannya untung malah buntung yang ada.

Penjualan menurun drastis entah faktor apa yang jadi pemicunya. Yang jelas Kami harus menerima kenyataan dengan ikhlas bahwa saya harus meninggalkan usaha tersebut karena modal tidak ada.

Dalam keadaan seperti itu, keadilan Allah atas hambanya terlihat. Sang pencipta menurunkan malaikatnya, untuk memberikan sumber rezeki dan sebagai pengganti sumber yang telah susut.

Bulan Juli 2018 tepatnya saya sudah tidak berjualan kerupuk khas Bangka. Karena pertimbangan harga yang mahal, juga karena permodalan.

Untuk sehari-hari dan bayar kontrakan kami pasrahkan pada Allah yang maha segalanya, do’a saya sertakan disetiap usaha dan langkah, yang paling penting saya harus berusaha dengan segala kemampuan untuk tetap bertahan hidup. Motivasi saya hanya itu. Alhamdulillah meski seperti itu keadaannya, tetapi saya tidak pernah telat bayar kontrakan karena saya sudah berkomitment pada diri saya sendiri, lebih baik makan sama garam penting kontrakan tidak pernah telat dan jangan sampai terjadi.

Maret 2019 Allah kasih solusi pada kami, Saya dengan segala perbedaan ini, dapat informasi kalau kontrakan akan direnovasi. Jadi saya harus mencari kontrakan baru, dan alhamdulillah Allah beri solusi, saya mendapatkan kontrakan yang dekat masjid, sehingga Ramadhan 2019 kali ini Alhamdulillah Kami sungguh bahagia dapat tarawih bersama seperti yang lainnya di masjid. Dulu ingin tarawih di masjid sangatlah sulit kini,  Keinginan bertahun-tahun itu kini Allah kabulkan.

Sang pencipta telah mengabulkannya.  Semoga kami selalu dapat bersyukur serta dapat memaksimalkan ibadah karenanya.

Saya berharap Kita semua dapat selalu ikhlas dan selalu positif pada sang pencipta, serta kita semua dapat selalu bersyukur memaksimalkan apa yang ada pada diri untuk selalu dekat pada nya.

Bersyukur karena kita santap sahur dan berbuka puasa dengan makanan yang layak, sedangkan diluaran sana banyak yang santap sahur hanya dengan air putih saja.

Selalu bersyukur karena kita diberi kesempatan untuk berjumpa dengan ramadhan dengan kondisi fisik yang sehat serta hati yang jernih. Karena banyak di antara kita yang berjumpa dengan ramadhan dalam keadaan sakit, bahkan ada yang tidak dapat berjumpa karena sudah dipanggil yang maha kuasa.

Hikmah dan pesan yang dapat kita ambil dari tulisan ini adalah, Kita harus selalu bersyukur dalam setiap keadaan. Tetap rendah hati ketika ada diposisi di atas, nikmatilah segala yang ada dengan sewajarnya jangan lupa berbagi pada yang membutuhkan. Sebab kita tidak tahu yang terjadi pada diri kita esok. Jangan putus asa dan selalu semangat ketika sedang dalam keadaan sulit.

Sertakanlah do’a bersama usaha kita. Bersungguh-sungguhlah dalam berdo’a serta yakinilah suatu saat nanti sang pencipta akan mengabulkannya.

Jadikanlah Ramadhan kali ini untuk lebih fokus, hanya padanya.

Cipayung, 6/5/2019

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel