Tips Kesehatan

Ramadhan Tinggal Berapa Hari (Sudah Berkurang Semangat Menjalankan Ibadah)

Oleh 14 Mei 2019 Juni 8th, 2019 Tidak ada komentar
Saat Ini Anda Sedang Demam Serta Sakit Pada Tenggorokan
#TNIAD 

Semua yang dikerjakan Allah adalah sempurna, Ia tak pernah salah.

Jika di dunia ini ada yang mampu menangkap peluang-peluang yang ada, hingga Ia bisa bersyukur  dan dapat memiliki bekal untuk dunia dan akhirat. Tetapi, dikondisi yang sama peluang dan semuanya sama persis, tak ada yang beda, Namun ada yang tak bisa menangkap peluang yang diberikan padanya, Justru yang ada hanya kesia-siaan belaka.

Seperti kesempatan untuk dapat bersama ramadhan kali ini, jika ada yang tidak dapat merasakan kesejukan karena hadirnya, Rasanya malah usaha sepi, dan banyak masalah dihidupnya, ada juga yang karena sudah bersama Ramadhan beberapa hari namun Ia mengalami hilang semangat hingga tak mendapatkan apa-apa.

Itu bukan ALLAH yang salah, atau keberkahan serta hikmah Ramadhan yang tak ada, melainkan hati dan pikirannya belum maksimal serta siap akan datangnya bulan yang penuh rahmat ini.

Apa alasan dan bagaimana supaya kita dapat merasakan juga hati dapat siap menerima?

Seringkali kita mengeluh mengenai hidup kita, dan pikiran negatif pun membunuh atau menutup pikiran kita yang positif.

“Masya Allah, Ramadhan usaha makin sepi saja nih,” Kata Tukang service dan Pemilik rumah makan dekat Masjid pada suatu sore dibulan Ramadhan. “Biasanya kalau hari-hari biasa daganganku rame, ini kok sepi sekali,” Kata penjual Es keliling ikut mengeluh.

“Sudah memasuki tengah bulan Ramadhan kok ga ada bayangan bakal ada yang order jasaku ya,” Keluh driver online.

Itu hal-hal yang sering kita keluhkan, kita tak sadar bahwa diri kita yang sudah menjauh darinya. Tetapi, kita hanya berdiam diri tanpa merenungi mengapa hal ini terjadi. Kita hanya mengeluh saja tanpa berpikir atas tingkah laku kita selama ini.

Ada masjid di depan mata, tapi kita tak pernah sholat di dalamnya terlebih ketika waktu tarawih tiba kita malah melewatinya dengan berbagai alasan. Ada majelis ilmu yang dibuka untuk umum, kita tak pernah ada di dalamnya. Kita hanya  sibuk menghitung uang hasil usaha, padahal panggilan dari rumah Allah sudah mengetuk pendengaran, namun kita tak menghiraukannya. Padahal, sang pencipta sudah memanggil supaya kita mendekat padanya, namun kesadaran itu tak meresponnya. Sesungguhnya itu adalah tanda jalan kita ini salah tujuan.

Coba perhatikan Sudah banyak dari kita yang dapat bersama Ramadhan hanya di awal-awal saja, lalu Ia dipanggil oleh Allah (sang pencipta) meninggal.

Ada juga diantara kita yang bisa menyaksikan Ramadhan dari jauh karena sakit, sehingga menjalani ibadah di dalam bulan Ramadhan tak dapat Ia lakukan.

Kita tak pernah sadari akan hal ini, Dengan kondisi kita yang sehat ini, kita tidak mau merenunginya.

Bukankah pendengaran dan penglihatan yang ada pada kita ini adalah keberkahan untuk kita?

Jika kaki juga tangan masih bisa kita gerakan dengan normal, sesungguhnya kita dapat memahami bahwa itu adalah kesempatan untuk kita mendekat serta meminta supaya selalu dekat padanya.

Sadari hal ini wahai diri, manfaatkanlah kebersamaan kita dengan Ramadhan kali ini  maksimal kemampuan.

Pandanglah Ramadhan dari hati kecil bukan dengan pikiran yang kalut.

Percayalah, dengan kita memantapkan pikiran kita, serta kita menata hati, untuk menerima ramadhan yang tinggal beberapa hari ini dengan tetap semangat beribadah di dalamnya serta memfokuskan untuk mendekat padanya, niscaya Allah akan menurunkan tambahan pintu atau memperluas sumbernya rezeki Kita seketika itu juga.

Semoga bermanfaat

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel