Dinas Penerangan

SATGAS 643/WNS BERHASIL AMANKAN TNI GADUNGAN

Oleh 20 Mei 2019 Tidak ada komentar
Img 20190520 Wa0056
#TNIAD 

JAKARTA,tniad.mil.id,- Satgas Pamtas Yonmek 643/WS berhasil mengamankan seorang pria warga Sungai Daun, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau yang mengaku sebagai anggota TNI.

Hal tersebut disampaikan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XII/Tanjungpura, Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe S.Sos., di Media Center Kodam XII/Tpr. Senin (20/5/19)

Kapendam menjelaskan, sesuai hasil laporan Dansatgas Yonmek 643/Wns, Mayor Inf Dwi Agung Prihanto, menyatakan bahwa pihaknya telah mengamakan seorang warga yang diduga sebagai tantara gadungan.

‘’Identitas pelaku diketahui berinisial BH (31) merupakan warga Sungai Daun, Kecamatan Sekayam, yang mengaku kepada pacarnya sebagai anggota Intel Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns,’’ ujar Kapendam.

“Dengan bermodalkan foto-foto mengenakan seragam TNI, pelaku mengaku sebagai intel Satgas Pamtas untuk memacari LK (24), warga Panga Bintawa, Kecamatan Entikong,” terangnya.

Aksi pelaku akhirnya terbongkar, Lanjut Kapendam, setelah LK menceritakan soal ‘pacar intel-nya’ itu ke salah seorang prajurit Satgas Yonmek 643/Wns di Pos Panga. Mendengar cerita Lidia, anggota Yonmek Pos Panga lantas menjemput Budi di tempatnya menginap. Budi kemudian dibawa ke Pos Satgas Pamtas Panga.

“Setiba di pos, anggota menanyakan perihal identitas dan kejadian antara korban dan pelaku, tapi jawaban pelaku berbelit-belit. Dia mengaku bujangan dan tinggal di Lubuk Sabuk, tapi ternyata bukan,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya setelah berkoordinasi dengan personel Pos Pamtas Sungai Daun, maka dilakukan pengecekan alamat rumah sesuai identitasnya di KTP.

“Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, ternyata, pelaku telah berkeluarga, punya istri dan satu anak,’’ ungkapnya.

‘’Modus pelaku mengaku sebagai intel TNI, hanya untuk menipu korban agar bersedia menjadi pacarnya,” lanjutnya.

Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Entikong karena dilaporkan oleh LK yang tak terima karena telah menipunya. Selain itu juga untuk menghindari amuk warga, pungkas Kapendam. (Dispenad).

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel