Kostrad

Berkat Satgas Yonif 126, Malam Warga di Perbatasan RI-PNG Kembali Terang

Oleh 10 Jun 2019 Tidak ada komentar
IMG 20190610 WA0030
#TNIAD 

JAKARTA, tniad.mil.id,- Masyarakat di perbatasan RI-PNG, patut berbahagia karena berkat upaya Satgas Yonif 126 memperbaiki PLTS yang rusak, kini warga Dusun Kalibom, dapat menikmati penerangan di malam hari.

Tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/KC Letkol lnf Mulyo Junaidi, dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua. Senin (10/06/2019).

Dijelaskan Dansatgas, selain untuk membantu kesulitan masyarakat, kegiatan ini dilakukan dalam mewujudkan keinginan warga Kalibom yang mengharapkan kehadiran listrik di kampung mereka.

“Listrik, sangat penting bagi kampung tersebut, ada sekitar 60 Kepala Keluarga (KK) yang saat ini masih menggunakan genset atau lampu pelita untuk menerangi rumahnya,’’ ujarnya.

‘’Selain itu juga, untuk membantu para pelajar, dimana penerangan sangat dibutuhkan mereka dalam kegiatan belajar di malam hari,’’ terangnya.

Menurut Mulyo sejak dibangunnya PLTS tahun 2016, sampai saat ini kondisinya tidak lagi beroperasi karena tidak adanya perawatan dan perbaikan serta keterbatasan teknisi maupun operator yang mumpuni.

‘’Ketika salah satu komponen ada yang rusak, tidak ada seorang warga pun yang dapat memperbaikinya, akibatnya saat ini PLTS tersebut mangkrak dan rusak,’’ ucapnya.

‘’Untuk itu, kita bentuk tim dari Satgas yang mengerti serta memiliki kemampuan di bidang kelistrikan untuk menghidupkan kembali PLTS yang sudah dua tahun tidak berfungsi,’’ kata Mulyo.

Ia menuturkan bahwa perbaikan yang dilakukan merupakan kali ketiga dimana sebelumnya Satgas telah memperbaiki PLTS di Kampung Ampas dan Kampung Banda.

‘’Tim terdiri dari 5 orang prajurit yang dipimpin oleh Letda Munthe, mereka turun ke lokasi selama enam hari untuk melakukan pengerjaan. Dimulai dari pemeriksaan komponen, penyolderan dan mengganti komponen yang rusak,’’ tambahnya.

‘’Setelah diperbaiki, selanjutnya dilakukan penyambungan instalasi listrik ke rumah-rumah warga yang sudah banyak terputus, sehingga lampu-lampu dapat menerangi rumah warga kembali,’’ pungkasnya.

Sementara itu, salah satu warga masyarakat, Esau menyambut dengan suka cita serta mengucapkan puji syukur atas bantuan Satgas yang dapat menghadirkan listrik ke kampungnya.

“Sudah hampir dua tahun kampung kami gelap, di malam hari kami tidak dapat beraktifitas karena gelap dan pada jam lima sore anak-anak sudah pada pergi tidur,” ujar Esau.

Sama halnya dengan pengurus PKK setempat, Mama Yohana yang mengungkapkan rasa terima kasihnya serta memanjatkan puji syukur kepada Tuhan, karena sekarang lampu dapat menyala kembali dan di malam hari bisa digunakan untuk memasak. (Dispenad).

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel