Kostrad

Peduli Pendidikan, Yonif 321 Mengajar dan Berikan Buku di Nduga

Oleh 28 Jun 2019 Tidak ada komentar
Peduli Pendidikan, Yonif 321 Mengajar Dan Berikan Buku Di Nduga
#TNIAD 

JAKARTA, tniad.mil.id – Sejalan dengan program pemerintah untuk mendorong semakin bertambahnya minat baca di tengah masyarakat, Satgas Yonif YR 321/GT melaksanakan kegiatan mengajar dan memberikan buku kepada anak-anak di Kabupaten Nduga.

Hal tersebut disampaikan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, dalam keterangannya kepada awak media di Jayapura, Papua, Jumat (28/6/2019)

Diungkapkan Kapendam saat menerima laporan kegiatan dari Dansatgas Yonif 321/GT, Letkol Inf Deri Indrawan, kegiatan ini adalah bentuk kepedulian Satgas terhadap kondisi anak-anak di pedalaman Papua khususnya di Kabupaten Nduga, mengingat banyaknya anak-anak usia sekolah yang tidak mendapatkan akses pendidikan.

“Mengingat masih terbatasnya sarana dan prasarana belajar mengajar di Distrik Mbua, misalnya keterbatasan tenaga guru, tidak tersedia perpustakaan atau sumber lain untuk mendapatkan guru dan lain-lain. Maka Yonif 321 yang sedang melaksanakan tugas pengamanan di daerah tersebut, merasa terpanggil untuk membantu,” ungkap Aidi.

Tidak hanya itu, untuk mencoba membantu mewujudkan program pemerintah tersebut, Yonif 321 juga mendatangi tempat ibadah, pasar dan tempat-tempat masyarakat berkumpul di Distrik Mbua untuk membagikan berbagai macam buku seperti buku cerita anak-anak, buku pengetahuan, buku tulis, dan Alkitab.

“Kegiatan mengajar maupun pemberian buku ini dilakukan baik secara berkelompok di lapangan, halaman pos, maupun di pasar yang dilakukan secara door to door,” ucap Aidi.

“Adapun buku-buku yang dibagikan oleh Satgas 321 ini dikumpulkan dari relawan yang berasal dari Makasar dan Jakarta,” imbuhnya.

Kegiatan ini dijelaskan oleh Aidi sudah dimulai sejak bulan Mei lalu, bertepatan dengan peringatan hari buku nasional. Harapannya buku-buku tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan mereka meskipun dalam pelaksanaannya masih banyak kendala diantaranya belum banyak masyarakat yang bisa membaca dan menulis.

Kedepan, sambungnya, hal ini menjadi pekerjaan bersama seluruh elemen masyarakat maupun stakeholder yang ada, karena buku tersebut tidak akan bermanfaat apabila masyarakat belum bisa membaca. Sehingga kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan untuk mengisi kekosongan tenaga guru di pedalaman Nduga.

“Pendidikan adalah salah satu hak asasi manusia yang wajib terpenuhi, dengan pembangunan Trans Papua ini akan membuka akses bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan sebagai jaminan kesejahteraan dari pemerintah,” pungkasnya. (Dispenad)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel